Selasa, 03 September 2013

Tips SUKSES Perawatan Burung Cucak Hijau

MURAI BATU "SAPU ANGIN"
Kunci perawatan semua jenis burung kicauan sebenarnya simpel (tapi tidak mudah), yaitu suka / hobi, sabar, telaten, dan konsisten. Sebenarnya ketika kita mengaku sudah hobi, mestinya tiga faktor yang lain akan mengikuti. Kalau tidak sabar, tidak telaten, dan tidak konsisten, mengapa harus repot-repot memelihara burung? Ah, ini sekadar intermezo, tapi sekaligus pengingat dan penyemangat bagi Anda agar tak berputus asa dalam memelihara burung.
Perpaduan antara kesabaran, ketelatenan, dan konsistensi dalam perawatan cucak hijau inilah yang akan saya jabarkan dalam lima tindakan berikut ini:
  • Bijak dalam memilih pakan yang tepat
  • Konsisten dalam memandikan burung (pagi dan sore)
  • Rutin melakukan penjemuran
  • Pastikan burung dalam kondisi fit
  • Selalu komit terhadap kebersihan sangkar / kandang"
Karakter dan sifat burung Cucak Hijau, cara memilih burung Cucak Hijau, cara merawat burung Cucak Hijau, cara memaster burung Cucak Hijau, makanan, vitamin, mineral, hormon, asam mino dan obat untuk burung Cucak Hijau dan tips seputar burung Cucak Hijau.


Burung Cucak Hijau (Burung Cucak Ijo) adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis. 

KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU

  • Semi fighter. Burung Cucak Hijau bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
  • Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung Cucak Hijau mudah jinak kepada manusia.
Cucak Ijo Mabung

PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)


Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari  postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.  

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolismesetiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung Cucak Hijau sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandungVitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
Pisang KepokPepayaPir
AlpukatApel MerahTomat
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.
VoerJangkrikKroto
Ulat HongkongBelalangUlat Bambu



PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK HIJAU


Perawatan harian untuk burung Cucak Hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Hijau:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
  • Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  • Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan Vitamin dan Mineral yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
  • Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.

PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU OVER BIRAHI

  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
  • Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.

PENANGANAN APABILA BURUNG CUCAK HIJAU KONDISINYA DROP

  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu.
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
  • Berikan Vitamin dan Mineral setiap hari.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU UNTUK LOMBA


Perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Cucak Hijau agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.

Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Cucak Hijau yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Hijau:
  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
  • Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
  • Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU PASCA LOMBA


Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:
  • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  • Berikan Vitamin dan Mineral pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK HIJAU MABUNG


Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluargaburungPerawatan burung Cucak Hijau pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Cucak Hijau menjadi rusak.

Pada masa mabungmetabolisme tubuh burung Cucak Hijau meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Cucak Hijau butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.

Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Cucak Hijau (Cucak Ijo): 
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan Vitamin dan Mineral yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU (CUCAK IJO)

Irama lagu yang dimiliki burung Cucak Hijau peranan yang sangat penting di dalampenilaian lomba burung Cucak Hijau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung Cucak Hijau janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
  • Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burungandalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
  • Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  • Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam prosespemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.

Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya; Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.

Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung Cucak Hijau adalah memaster burungdengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).

Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Cucak Hijau tersebut.  Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.

Kunci perawatan semua jenis burung kicauan sebenarnya simpel (tapi tidak mudah), yaitu suka / hobi, sabar, telaten, dan konsisten. Sebenarnya ketika kita mengaku sudah hobi, mestinya tiga faktor yang lain akan mengikuti. Kalau tidak sabar, tidak telaten, dan tidak konsisten, mengapa harus repot-repot memelihara burung? Ah, ini sekadar intermezo, tapi sekaligus pengingat dan penyemangat bagi Anda agar tak berputus asa dalam memelihara burung.
Perpaduan antara kesabaran, ketelatenan, dan konsistensi dalam perawatan cucak hijau inilah yang akan saya jabarkan dalam lima tindakan berikut ini:
  • Bijak dalam memilih pakan yang tepat
  • Konsisten dalam memandikan burung (pagi dan sore)
  • Rutin melakukan penjemuran
  • Pastikan burung dalam kondisi fit
  • Selalu komit terhadap kebersihan sangkar / kandang
Sepertinya simpel kan? Tetapi, sekali lagi, tidak mudah untuk dilakukan jika kita memang tidak terlalu hobi dengan burung kicauan, khususnya cucak hijau. OK, kita uraikan satu-persatu agar problem cucak hijau Anda yang sulit gacor bisa segera teratasi.
1. Bijak memilih pakan yang tepat
Burung cucak hijau termasuk burung pemakan buah dan serangga. Dalam hal ini, pakan utama sebenarnya buah-buahan, adapun serangga menjadi pakan tambahan alias extra fooding (EF).
Dalam konteks burung piaraan dan penangkaran (kita tidak bicara lagi tentang kehidupannya di alam liar), cucak hijau lebih menyukai buah pisang kepok berwarna putih, pepaya, dan apel.
Karena ketiga jenis buah ini merupakan favoritnya, maka diusahakan akan pemberiannya dapat dilakukan berselang-seling setiap hari. Bisa juga ketiganya disajikan setiap hari, dibuat semacam koktail dan dicampurkan dalam satu wadah.
Cara membuat koktail untuk burung:
PISANG KEPOK PUTIH KEGEMARAN BURUNG
Pisang kepok putih
  • Daging buah pisang kepok, pepaya, dan apel diiris kecil-kecil berbentuk kotak.
  • Campurkan semua potongan buah dalam wadah pakan.
  • Tambahkan madu secukupnya (beberapa tetes saja), dan diaduk agar sebaran madu merata (ingat, cuci tangan dulu sebelum memegang semua buah).
Mengapa pisang kepok yang diberikan kepada cucak hijau harus berwarna putih? Bukankah yang kuning lebih manis ?
Memang, pisang kepok kuning lebih manis bagi lidah manusia, tetapi belum tentu manis untuk lidah burung. Ada beberapa jenis burung yang menyukai pisang berwarna kuning, misalnya nuri, kasturi, jalak, serindit, dan sebagainya.
Sedangkan cucak hijau lebih menyukai pisang kepok putih. Hal ini sebenarnya menguntungkan, karena kandang tidak cepat kotor. Sebab pisang jenis ini sangat kenyal, tidak seperti pisang berwarna kuning yang buahnya lembek, sehingga membuat burung cepat belepotan dan dasar sangkar pun menjadi jorok.
Sebagai variasi, Anda juga bisa mencoba cara penyajian yang berbeda untuk pisang kepok putih. Ini jika Anda pada hari itu tidak ingin memberikan pakan buah dalam bentuk koktail. Sekiranya jadwal hari itu adalah pisang kepok putih, Anda bisa mencoba variasi berikut ini :
  • Rebus pisang kepok putih dalam air.
  • Beberapa saat setelah api dinyalakan, tambahkan sedikit garam beryodium ke dalam air rebusan tersebut.
  • Jika sudah tanak / matang, angkat pisang dan diangin-anginkan sampai suhu normal.
Variasi ini sudah dicoba beberapa kicaumania dan dampaknya memang jauh berbeda dengan pemberian pisang sebagaimana biasanya. Burung cucak hijau yang semula sulit gacor menjadi lebih rajin bunyi. Karena tidak ada efek sampingnya, tisak apa salahnya kalau Anda mencoba tips ini di rumah, khususnya untuk cucak hijau yang sulit bunyi, atau tidak gacor-gacor.
Bagaimana dengan serangga?
Serangga yang cocok untuk cucak hijau antara lain jangkrik, kroto dan ulat hongkong. Porsi bisa disesuaikan setiap hari. Bagi yang tidak suka dengan ulat hongkong (kecuali untuk rawatan saat  lomba), sebaiknya cukup diberi jangkrik dan kroto (setelan tetap mengacu panduan Om Kicau di sini, atau sedikit dimodifikasi sesuai karakter burung).
Pasalnya, pemberian ulat hongkong (juga ulat bambu) secara berlebihan bisa membuat bulu cucak hijau cepat rontok. Hampir semua jenis burung dari keluarga cica daun (leafbird) sering merontokkan beberapa bulunya ketika stres. 
Waktu yang tepat untuk memberikan kroto adalah pagi hari. Sekitar 30-60 menit kemudian bisa diberikan jangkrik, sesuai dengan kemampuan burung. Sebagian besar cucak hijau hanya mampu mengkonsumsi 3 ekor jangkrik dalam sekali pemberian. Itu sebabnya, setelan dasar yang digunakan Om Kicau dalam pemberian jangkrik di pagi hari adalah 3 ekor.
Tetapi ada juga individu cucak hijau yang mampu menyantap 4-5 ekor. Untuk mengetahui kemampuan cucak hijau dalam mengkonsumsi jangkrik, sediakan 5 ekor jangkrik dalam cepuk EF. Jika kemampuan burung hanya 3 ekor, maka jangkrik keempat biasanya dimain-mainkan saja di paruh burung. Jika kemampuannya hanya 4 ekor, maka jangkrik kelima akan diperlakukan seperti itu juga.
Meski individu tertentu bisa menghabiskan 5 ekor sekaligus, Anda jangan memberikan porsi lebih dari itu, karena dikhawatirkan akan membuatnya over birahi. Selain itu, Anda juga mesti rajin memantau perubahan kondisi birahinya jika setelan jangkrik diubah menjadi 5 ekor.
Bagaimana pula dengan voer?
Penggunaan voer untuk cucak hijau sampai saat ini masih menimbulkan perbedaan pendapat di sebagian penggemarnya. Ada yang menganggap voer tetap perlu, karena merupakan antisipasi jika Anda tidak bisa membeli kroto dan serangga (bukan kehabisan duit, tapi kehabisan stok di pasar / kios burung, he..he..).
Semangat awal penggunaan voer untuk burung kicauan dulunya seperti itu, selain untuk tujuan lain, yaitu lebih menjamin kebutuhan gizi yang serasi dan seimbang antara protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, vitamin, dan mineral. Sebab burung ada di dalam sangkar, dan hidup-mati si burung tergantung dari pakan yang Anda berikan. Karena itu, dalam panduan perawatan cucak hijau yang diberikan Om Kicau, voer pun tetap menjadi salah satu bahan pakan untuk burung.
Namun tidak semua kicaumania memberikan voer kepada cucak hijau, terutama burung lomba. Alasannya untuk menjaga kualitas suara dan mentalnya. Alasan ini didasari bukti bahwa cucak hijau yang sering menjuarai lomba biasanya tidak pernah diberi voer.
Meski demikian, tidak semua cucak hijau juara itu tidak pernah diberi voer. Ada burung jawara yang makan voer. Intinya, jangan mudah memberi vonis bahwa cucak hijau yang diberi voer tak mungkin juara. Sebab, tidak semua cucak hijau yang hanya diberi buah dan serangga pasti juara kan?
Lebih bijak jika Om Kicau menyerahkan semua pilihan itu kepada kicaumania sendiri. Jika ingin meniadakan voer, silakan. Jika tetap mempertahankan penggunaan voer, silakan juga.
2. Konsisten dalam memandikan burung (pagi dan sore)
Maksud memandikan di sini bisa berarti Anda menyiapkan bak/karamba mandi, dan biarkan burung melakukan aktivitas mandinya sendiri. Tetapi bisa juga Anda memang memandikannya dengan cara disemprot.
Aktivitas mandi bisa dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi hari (sekitar pukul 07.30 0- 08.00) dan sore pukul 16.00. Cara lebih bijak adalah menggunakan bak / karamba, karena sensasi yang dirasakan burung jauh berbeda daripada dimandikan dengan cara disemprot.
Tetapi dari beberapa perbincangan, banyak kicaumania yang mengaku cucak hijaunya tak mau mandi di karamba. Kalau itu yang terjadi, Anda tak perlu panik, karena ini sudah menjadi tabiat dari individu burung itu sendiri. Hal seperti ini juga dijumpai pada jenis burung lain, seperti anis merah Juventus. Burung legendaris ini bahkan tak pernah mau mandi di karamba, sehingga tiap pagi mesti dimandikan dengan cara disemprot.
Jika cucak hijau terlihat sering mandi di dalam wadah air minum, Anda bisa menyiasatinya dengan menyediakan wadah air yang lebih besar. Misalnya, wadah pakan yang lazim digunakan lovebird sebagai bak mandinya. Kalau tetap tidak mau mandi, maka penyemprotan air hingga basah bisa diberikan selama burung dalam kondisi jinak.
3. Rutin melakukan penjemuran
Penjemuran sebaiknya dilakukan setelah burung mandi dan selesai diangin-anginkan. Penting diperhatikan, bulu burung yang masih basah usai mandi jangan langsung dijemur, tetapi mesti diangin-anginkan dulu di teras. Jika langsung dijemur, maka bulu menjadi kusam, warna bulu tidak cerah lagi, bahkan kegetasan bulu berkurang sehingga mudah rusak atau retak-retak.
Silakan diangin-anginkan beberapa menit, sampai bulu-bulunya mulai kering. Saat dianginkan, burung biasanya akan bersolek, menata bulu sesuai dengan instingnya, sehingga terlihat rapi. Setelah kering, barulah burung dijemur di bawah sinar matahari pagi. 
Penjemuran bisa dilakukan selama 1-2 jam untuk daerah panas seperti Jakarta dan Semarang, atau bisa juga 2-3 jam untuk daerah sejuk seperti Bogor. Selama penjemuran, sebaiknya wadah pakan dan air minum diangkat terlebih dulu. Tujuannya agar burung lebih konsentrasi dalam penjemurannya.
Penjemuran yang efektif adalah ketika burung memiringkan badannya serta mengembangkan bulu-bulunya beberapa waktu lamanya. Jika ada wadah pakan dan minum, burung akan lebih asyik menikmati santapannya.
Selain itu, menyingkirkan wadah air minum dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan serak pada burung. Sedangkan menyingkirkan wadah pakan dimaksudkan agar voer tak rusak akibat terkena cahaya matahari secara langsung.
4. Pastikan burung dalam kondisi fit
Pada manusia, kondisi fit seseorang ditentukan oleh tingkat kebugarannya, asupan makanan, dan istirahat. Burung pun juga memiliki kebutuhan seperti itu untuk mencapai kondisi fit. Tidak mungkin cucak hijau bisa gacor jika kondisinya tidak fit.
Cucak hijau (sebenarnya semua jenis burung) menemukan kebugarannya jika setiap hari mandi, dijemur, dan bisa leluasa bergerak di dalam sangkar. Asupan pakan cucak hijau di alam liar dan di dalam sangkar jelas berbeda.
Di alam liar, burung bisa menyeimbangkan kebutuhan nutrisi secara instinktif (sesuai dengan nalurinya). Tetapi di dalam sangkar, semuanya tergantung dari pakan. Bagi yang mengandalkan buah dan serangga, kemungkinan yang sangat mudah terjadi yaitu burung kekurangan vitamin dan mineral.
Kebutuhan karbohidrat sangat mungkin tercukupi dari pisang kepok putih dan apel; protein dan lemak dari jangkrik dan kroto; serat kasar dari apel. Sebenarnya beberapa vitamin dan mineral juga terkandung dalam pisang kepok, apel, dan pepaya, tetapi tidak lengkap dan biasanya belum sesuai dengan yang dibutuhkan seekor burung.
Itu sebabnya, hasil penelitian yang dilakukan sejumlah pakar perburungan cukup mengejutkan, di mana sebagian besar burung peliharaan di rumah yang hanya mengandalkan pakan (tanpa suplemen multivitamin dan multimineral) mengalami kekurangan vitamin A,  vitamin D, serta mineral kalsium. Sedangkan burung yang mengalami defisiensi vitamin E “hanya” 27%.
Berikut ini mean (rata-rata) dari beberapa hasil penelitian mengenai burung piaraan di rumah yang sama sekali tidak dibarengi dengan pemberian multivitamin dan multimineral :
  • 27% burung peliharaan kekurangan vitamin E.
  • 67% burung peliharaan kekurangan vitamin A.
  • 97% burung peliharaan kekurangan vitamin D.
  • 98% burung peliharaan kekurangan kalsium.
Atas pertimbangan itulah, sebagian besar burung lomba diberi multivitamin dan multimineral. Banyak produk kedua suplemen tersebut di pasaran, misalnyaBirdVit dan BirdMineral. Pemberian multivitamin bisa dilakukan 3x dalam seminggu, sedangkan multimineral cukup 1x seminggu.
5. Selalu komit terhadap kebersihan sangkar / kandang
Menjaga kebersihan sangkar / kandang sangat mutlak jika Anda menginginkan burung selalu sehat, aktif, dan rajin berkicau. Sangkar yang kotor mudah mengundang berbagai bakteri, kutu, dan tungau yang bisa menyebabkan berbagai gangguan penyakit.
Kalau mikroba itu masuk masuk ke paruh, kerongkongan, tembolok, dan saluran perncernaan lainnya, pasti akan menimbulkan gangguan pencernaan. Jika tungau, terutama tungau kantung udara, masuk ke paruh, tenggorokan, dan saluran pernafasan lainnya, tentu akan menyebabkan burung menjadi serak atau gangguan pernafasan lainnya.
Anjuran menjaga kebersihan kandang / sangkar burung sepertinya terdengar klise, tapi dalam praktiknya sering diabaikan sebagian kicaumania. Itu sebabnya, meski klise, Om Kicau tak akan pernah berhenti mengingatkannya.
Sangkar bisa dibersihkan pada waktu penjemuran atau burung sedang mandi di karamba. Jadi, saat burung dijemur menggunakan kandang umbaran atau sangkar lebih luas. Seminggu sekali, usahakan jangan sekadar membersihkan sangkar saja, tapi dilanjutkan dengan menyemprotkan desinfektan.
Anda bisa menggunakan desinfektan yang dibeli dari apotek / toko bahan kimia, atau bisa juga menggunakan FreshAves yang didesain untuk membunuh dan mencegah tungau, kutu, jamur, bakteri, dan virus masuk ke sangkar / kandang.
Ada rangkaian logis yang perlu diingat. Sehebat apapun Anda merawat burung, kalau sangkar / kandang kotor, maka sangat berpotensi menurunkan derajat kesehatan burung. Jika derajat kesehatan burung menurun, burung gacor pun bisa menurun kegacorannya, apalagi burung yang sedang kita rawat agar cepat gacor.  
RAWATAN YANG TEPAT MEMBUAT BURUNG SEMAKIN MANTAP
Itulah beberapa tips mengenai bagaimana perawatan burung cucak hijau, mulai dari bakalan sampai yang sudah jadi atau rajin bunyi. Semoga bermanfaat.




3 komentar:

Unknown at 1 September 2015 pukul 06.35 mengatakan...

Makanan tambahan pengganti jangkrik dan ulat hongkong hidup untuk burung cucak hijau. Praktis, lebih higieni, telah teruji kandungan nutrisinya dan lebih mudah dicerna oleh burung.

Klik link dibawah ini untuk detailnya
Makanan tambahan pengganti jangkrik dan ulat hongkong hidup untuk burung cucak hijau

Unknown at 9 April 2016 pukul 23.34 mengatakan...

Kalau vitamin buat brng cucak ijo yg bagus apa ya?

Fauzi Hanif at 10 April 2017 pukul 03.24 mengatakan...

Menjadikan burung cucak ijo gacor harus memperhatikan pakan dan juga kebersihan kandang. Berikut beberapa setingan yang sering saya lakukan untuk cucak ijo saya..
Setelan Mudah Cucak Ijo Gacor Ngentrok

Posting Komentar

 
© 2011 INFO OKE | Except as noted, this content is licensed under Creative Commons Attribution 2.5.
For details and restrictions, see the Content License | Recode by Ardhiansyam | Based on Android Developers Blog