Senin, 12 Agustus 2013

Sisi Permasalahan Murai Batu Ekor Panjang

Murai batu ekor panjang memang memiliki penampilan eksotik. Ketika burung bergerak, ekornya akan melambai-lambai secara elegan. Namun memiliki murai batu ekor panjang juga memuncukan berbagai persoalan tersendiri, sehingga ada beberapa hal yang sedikit berbeda dalam perawatannya. Apa saja sih permasalahan umum atau kerap terjadi dalam pemeliharaan murai batu ekor panjang?

Murai batu ekor panjang
Murai batu dengan panjang ekor 33 cm.
—
Berikut ini beberapa permasalahan yang sering dialami oleh para pemilik murai batu ekor panjang, disertai kemungkinan penyebabnya, sehingga dapat segera diambil langkah atau tindakan antisipatif.
1. Munculnya sobekan, bercak, atau garis pada bulu ekor
Bulu ekor yang menunjukkan kelainan seperti sobek, terdapat bercak atau garis melintang merupakan pertanda bahwa burung mengalami kekurangan nutrisi (malnutrisi), terutama ketika burung memasuki masa mabung.
Kondisi seperti itu biasa disebut sebagai garis stres. Om Kicau pernah menjelaskan secara detail masalah garis stres di sini.
2. Bulu ekor menjadi keriting
Bulu ekor murai batu yang berombak atau keriting biasanya terjadi akibat pemberian pakan yang tidak tepat. Misalnya perubahan jenis / merek voer secara mendadak. Tetapi hal ini bukan hanya dijumpai pada murai batu ekor panjang saja. Sebab murai batu ekor pendek pun bisa mengalami problem serupa.
Karena itu, penggantian jenis voer hendaknya dilakukan secara bertahap. Misalnya 1 bagian voer baru dicampur dengan 3 bagian voer lama. Sekitar 4-7 hari kemudian, komposisinya diubah menjadi 2:2. Selang berikutnya menjadi 3:1, sampai akhirnya 4:0 alias semuanya merupakan voer baru.
Bulu ekor juga bisa menjadi keriting, jika sangkar yang digunakan terlalu sempit sehingga membuat bulu ekornya sering berada dalam posisi terpepet jeruji, tembok, atau media lain di dalam kandang / sangkar. Karena itu, konsekuensi memiliki MB ekor panjang adalah menyediakan sangkar / kandang berukuran besar, sehingga bulu ekor bisa leluasa terjuntai ke arah manapun.

Murai batu ekor panjang
Bulu ekor yang sering mepet tembok atau jeruji lama-lama bisa keriting.
—
3. Bulu ekor menggunting (seperti gunting)
Bulu ekor yang membentuk seperti gunting biasanya disebabkan oleh adanya bulu ekor yang lebih pendek tumbuh di antara sepasang bulu ekor yang paling panjang pada masa pertumbuhannya. Hal ini menyebabkan bulu pendek terangkat dan mengubah arah pertumbuhan dari bulu yang panjang tersebut, sehingga membentuk seperti gunting.
Hal ini biasanya terjadi akibat burung sering memainkan ekornya saat mabung, terutama ketika bulu ekor belum sepenuhnya tumbuh ( hampir beres mabung ). Banyak pemilik MB ekor panjang yang merasa burungnya sudah beres mabung dan langsung dilombakan.
Kemungkinan lain adalah kondisi lingkungan di sekitar sangkar yang kurang lembab. Hal ini menyebabkan munculnya ekor gunting tersebut. Bisa juga karena sangkarnya terlalu kecil, sehingga menghambat pertumbuhan bulu ekor secara normal dan akhirnya menjadi menggunting.
4. Pertumbuhan bulu terpanjang tidak normal.
Pertumbuhan dua bulu paling panjang dari ekor murai batu juga kerap terganggu oleh munculnya tungau bulu maupun pakan yang tidak tepat. Akibatnya, pertumbuhan salah satu bulu terpanjang tersebut menghadap ke atas, sedangkan bulu terpanjang lainnya justru menghadap ke bawah.
Selain masalah gangguan tungau bulu dan pakan yang tidak tepat, pertumbuhan bulu terpanjang yang tidak normal juga bisa disebabkan oleh kondisi sangkar / kandang yang kurang lembab alias terlalu kering.
5. Bulu ekor panjang yang tidak tumbuh lagi.
Salah satu bulu ekor terpanjang juga bisa menghilang secara permanen. Hal ini biasanya disebabkan burung sering mencabuti bulu ekornya, terutama ketika mengalami gangguan kesehatan yang membuatnya gatal-gatal dan / atau stres.
Bahkan, ada juga pemilik murai batu yang memaksa mencabuti bulu ekornya pada waktu burung ngurak tidak total. Karena terlalu lama menunggu rontoknya bulu ekor, ia nekat mencabutinya dan ternyata merusak lubang tumbuhnya tunas bulu, sehingga bulu tidak tumbuh lagi.

Murai batu ekor panjang
Pastikan ekor leluasa bergerak ke segala arah.
—
Dari beberapa kasus di atas, sangatlah penting dalam memberikan kandang / sangkar yang memungkinkan bulu ekornya leluasa bergerak ke segala arah, menjaga kualitas pakan,  perawatan harian dan perawatan masa mabung.
Beberapa kasus memang bisa diatasi relatif mudah, terutama setelah burung mengalami masa mabung berikutnya. Tetapi ada juga yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut.
Untuk itulah,  para murai mania perlu memiliki pengetahuan tentang kesehatan bulu dan perawatan bulu, agar terhindar dari permasalahan yang menyertainya, khususnya pada murai batu ekor panjang.
Sumber : 
READ MORE - Sisi Permasalahan Murai Batu Ekor Panjang

Minggu, 11 Agustus 2013

Burung Serindit


        Burung serindit mestinya bisa segera go national, dalam arti bisa dinikmati semua kicaumania di Indonesia baik untuk hiburan di rumah atau diturunkan dalam even lomba. Sejauh ini, penggemar serindit lebih terkonsentrasi di Sumatera dan Kalimantan. Begitu pula dengan lomba burung kelas serindit, selama ini baru sebatas digelar di kedua pulau tersebut. Padahal serindit layak menjadi burung kicauan maupun burung hias, sebagaimana saudara jauhnya, lovebird.
SERINDIT: Selama ini hanya mengandalkan tangkapan hutan. Kapan penangkarannya?
SERINDIT: Selama ini hanya mengandalkan tangkapan hutan. Kapan penangkarannya?
—
Sempitnya wilayah persebaran serindit, terutama serindit melayu atau blue-crowned hanging parrots (Loriculus galgulus), menjadi alasan mengapa burung ini belum juga go national. Sementara beberapa spesies serindit lainnya yang ada di negeri kita dalam kondisi mengenaskan, di mana populasinya makin menyusut, makin sulit menjumpainya di alam bebas, bahkan beberapa di antaranya berada dalam status Near Threatened / NT (Hampir Terancam) berdasarkan IUCN Red List.
Serindit mestinya menjadi burung kebanggaan Indonesia. Malaysia bahkan sudah lebih dulu mengklaim serindit sebagai salah satu burung khas mereka, padahal mereka hanya memiliki satu dari 13 spesies serindit yang ada di dunia, yaitu serindit melayu. Sedangkan Indonesia memiliki 9  spesies, yaitu :
  • Serindit melayu / blue-crowned hanging-parrot (Loriculus galgulus) : habitat di Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Status: Least Concern / LC (tidak terlalu mengkhawatirkan).
  • Serindit jawa / yellow-throated hanging parrot (Loriculus pusillus) : burung endemik di Jawa dan Bali. Status: Near Threatened / NT (Hampir Terancam).
  • Serindit sangihe / sangihe-hanging parrot (Loriculus catamene): burung endemik di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Status: Near Threatened / NT (Hampir Terancam).
  • Serindit flores / wallace’s hanging parrot (Loriculus flosculus): burung endemik di Pulau Flores, NTT. Status: Endangered / EN (Terancam).
  • Serindit maluku / moluccan hanging parrot (Loriculus amabilis): burung endemik di Maluku Utara (Morotai, Halmahera, Kasiruta, dan Bacan). Status:Least Concern / LC (tidak terlalu mengkhawatirkan).
  • Serindit sulawesi / maroon-rumped hanging parrot (Loriculus stigmatus): burung endemik di subkawasan Sulawesi: Bangka, Lembeh, Manterawu, Kepulauan Togian, Muna dan Butung. Status: Least Concern / LC (tidak terlalu mengkhawatirkan).
  • Serindit sula / sula hanging parrot (Loriculus sclateri): burung endemik di Pulau Sula dan Banggai. Status: Least Concern / LC (tidak terlalu mengkhawatirkan).
  • Serindit papua / orange-fronted Hanging-parrot (Loriculus aurantiifrons): habitat di seluruh dataran rendah Papua, P. Misool, P. Waigeo, P. Karkar, P. Goodenough, dan P. Fergusson, sampai ketinggian 300 m (jarang sampai 1.200 m), serta dijumpai pula di Kepulauan Bismarck. Status: Endangered / EN (Terancam).
  • Serindit paruh merah / pygmy hanging parrot (Loriculus exilis) : burung endemik di Sulawesi. Status: Near Threatened / NT (Hampir Terancam).
Lihat, hanya empat spesies yang menurut IUCN Red List masih berstatus LC / tidak terlalu mengkhawatirkan, yaitu serindit melayu, serindit sula, serindit sulawesi, dan serindit maluku. Saya pribadi yakin, populasi serindit melayu pun saat ini merosot drastis, terutama sejak maraknya kelas serindit di Sumatera.
Karena itu, agar kelak kita dan anak-cucu kita nanti tetap bisa memelihara serindit, atau melombakannya dalam skala nasional, mau tidak mau upaya penangkaran harus digalakkan sejak sekarang. Apabila tidak, serindit melayu suatu ketika hanya menjadi burung dalam cerita, atau dalam gambar, yang tak bisa dijumpai lagi dalam realita.
Penangkaran serindit melayu
Mengingat pemanfaatan serindit melayu baik sebagai burung rumahan maupun burung lomba jauh lebih intens daripasa jenis serindit lainnya, maka panduan penangkaran kali ini lebih ditujukan kepada serindit melayu. Meski demikian, semua uraian ini bisa diaplikasikan pada jenis serindit lainnya.
Alasan lainnya adalah serindit melayu sejauh ini sudah bisa ditangkarkan, baik di Malaysia maupun di Belanda dan Belgia. Jadi, ini hanyalah masalah kemauan, juga kesadaran dari sobat-sobat kicaumania, terutama yang saat ini memiliki serindit di rumah, terlebih pemain serindit yang sudah berkali-kali membawa pulang hadiah uang atas kemenangan gaconya di kelas serindit.
Hal pertama yang mesti diketahui calon penangkar adalah sexing atau membedakan jenis kelamin  serindit. Burung jantan bisa dibedakan dengan mudah, karena memiliki beberapa tengara yang tidak dijumpai pada burung betina.
Burung jantan memiliki warna bulu hijaum tunggir dan ekornya merah. Dan, inilah tengara pentingnya, terdapat bercak merah di bagian tenggorokan dan bercak biru di bagian mahkoya (bagian atas kepala). Dalam literatur perburungan internasional, serindit dinamakan blue-crowned hanging parrots, yang berarti serindit dengan warna biru di bagian mahkotanya. Paruhnya berwarna hitam.
Perbedaan burung serindit jantan (kiri) dan betina.
Perbedaan burung serindit jantan (kiri) dan betina.
—
Sebagian besar ciri burung jantan dimiliki burung betina, kecuali bagian tenggorokan dan mahkotanya tetap berwarna hijau. Artinya, serindit betina tidak memiliki bercak merah di tenggorokan dan bercak biru pada mahkotanya. Burung muda, baik jantan dan betina, memiliki warna bulu hampir sama dengan betina dewasa, namun paruhnya masih cokelat / kuning.
Perbedaan serindit jantan dewasa dan serindit muda.
Perbedaan serindit jantan dewasa dan serindit muda.
—
Menangkar burung serindit memang  membutuhkan perhatian ekstra. Beberapa hal yang mesti dicermati adalah kebiasaan unik burung ini yang suka jumpalitan. Di alam liar, burung ini sering dalam posisi menggantung (terbalik), terutama saat mengisap nektar, makan buah, dan istirahat / tidur.
Dalam sangkar pun burung ini masih menunjukkan perilaku uniknya. Hal ini membutuhkan konstruksi kandang tersendiri, yang memungkinkan burung tetap bisa berperilaku seperti itu, tanpa khawatir kakinya dimangsa binatang predator seperti anjing, kucing, dan tikus.
Serindit disebut hanging parrot, karena memiliki perilaku senang menggantung.
Serindit disebut hanging parrot, karena memiliki perilaku senang menggantung.
—
Di dalam penangkaran pun, serindit masih senang jumpalitan.
Di dalam penangkaran pun, burung serindit masih senang jumpalitan.
—
Selain itu, serindit terkenal sangat jorok saat makan dan buang kotoran. Jika tidak konsisten dalam membersihkan kandang dan aksesoris kandang di dalamnya, penyakit jamur niscaya akan sering dialami burung-burung dalam penangkaran. Jadi, hal-hal seperti ini harus mendapat perhatian khusus.
Kandang penangkaran bisa menggunakan kandang aviary. Tidak ada pembakuan mengenai ukuran kandang, yang penting bisa menampung burung, tempat bersarang, serta memungkinkan burung tetap leluasa bergerak di dalam kandang.
Beberapa jenis kandang aviary yang bisa digunakan
Beberapa jenis kandang aviary yang bisa digunakan.
—
Kandang bisa dilengkapi juga dengan tali yang digantung atau bahan kayu lunak yang disimpan melintang di dasar kandang, atau digunakan sebagai tenggeran untuk digigiti mereka. Hal ini sangat perlu dan bukan hanya untuk serindit saja, tetapi hampir semua burung paruh bengkok memerlukan sesuatu untuk mereka gigit yang bisa dimanfaatkan sebagai obat antistres.
Kotak sarang sebenarnya bisa menggunakan gelodok yang biasa digunakan untuk lovebird. Namun, jarang sekali serindit yang mau menggunakannya, meski di alam liar mereka bersarang dalam lubang di pepohonan. Jadi, alternatifnya, bisa menggunakan kotak sarang dengan jendela terbuka pada bagian depan. Bagian dalam bisa dimasukkan beberapa potongan kayu kecil bekas gergaji.
Kotak sarang yang bisa digunakan
Kotak sarang yang bisa digunakan serindit.
—
Penggunaan kotak sarang dengan bentuk terbuka di bagian depannya bisa meminimalisasi risiko telur rusak karena terinjak oleh burung saat melompat masuk melalui lubang.
Dalam penangkaran serindit, ada yang menganjurkan agar memasukkan beberapa pasangan dalam kandang penangkaran. Ini tentu membutuhkan kandang yang luas. Namun melihat perilakunya yang cenderung lebih liar daripada lovebird, saya pribadi lebih menganjurkan untuk penggunaan kandang soliter, di mana setiap kandang hanya diisi dengan sepasang induk saja.
Penggunaan kandang soliter, baik ditempatkan di dalam maupun di luar ruangan, bisa membuat induk betina lebih tenang saat mengerami telur dan merawat anakan. Sebab induk serindit memiliki pola pembagian tugas yang jelas, di mana induk betina akan fokus pada pengeraman telur dan perawatan anak, yang semuanya dilakukan di dalam sarang. Sedangkan induk jantan akan fokus menjaga mereka di luar sarang, sambil memasok pakan untuk pasangan dan anak-anaknya. Hal ini sulit dilakukan jika kandang diisi lebih dari satu pasangan induk.
Serindit dalam kandang umbaran soliter.
Serindit dalam kandang umbaran soliter.
—
Pemberian tangkringan pada batang tanaman.
Pemberian tangkringan bisa membuat serindit betah.
—
Video kandang penangkaran burung serindit
Untuk memberikan pemahaman awal mengenai penangkaran burung serindit, berikut ini video penangkaran burung berjuluk “lovebird mini lokal” :
—
Pakan serindit dalam kandang penangkaran
Pakan serindit selama berada dalam penangkaran harus memenuhi kebutuhan nutrisi, baik nutrisi inti (kalori, lemak, protein, karbohidrat, dan serat kasar), maupun vitamin dan mineral. Pastikan menggunakan BirdMature yang mempunyai kandungan lengkap vitamin dan mineral khusus untuk pasangan induk yang akan menjalankan tugas reproduksinya.
Penggunaan BirdMature akan menutupi “lubang-lubang” kekurangan vitamin dan mineral dari pakan utama dan extra fooding (EF) yang diberikan sehari-hari. Produk Om Kicau ini juga akan meningkatkan kegairahan burung, meningkatkan fertilitas dan daya tetas telur, serta mencetak anakan yang lebih sehat dan memiliki laju pertumbuhan prima.
Perlu difahami, serindit adalah burung pemakan buah dan pengisap nektar. Dengan demikian, selama dalam penangkaran, buah dan nektar juga harus tersedia, bahkan dalam jumlah berlimpah. Maksud berlimpah adalah begitu habis segera diisi pakan baru. Jangan memberinya langsung banyak, karena buah memiliki sifat mudah busuk. Pemberian makanan yang berlimpah menjadi salah satu kunci keberhasilan penangkaran serindit.
Wadah pakan ukuran besar.
Wadah pakan ukuran besar.
—
Dalam penangkaran, kita bisa memberikan gizi yang lebih baik kepada serindit, agar burung bisa berkembang biak dengan lebih baik, produktivitas indukan meningkat, dan pertumbuhan anakan juga lebih cepat dan lebih sehat. Kuncinya melalui modifikasi pakan sehingga lebih bervariasi daripada pakan yang diperoleh serindit di alam liar.
Berikut ini ragam pakan yang bisa diberikan kepada serindit dalam penangkaran:
  • Buah-buahan yang berasa manis, misalnya apel, jagung muda, pepaya, dan sebagainya.
  • Milet (jika burung sudah terbiasa makan milet).
  • sereal untuk makanan bayi atau bubur bayi.
  • Nasi putih. Pemberiannya bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu:
    — Mencampurkan nasi putih dengan air dan gula.
    — Memblender nasi putih, gula, air, buah (apel dsb) dan sereal.
Nasi putih yang diblender dengan bahan lain untuk pakan serindit
Nasi putih yang diblender dengan bahan lain untuk pakan serindit.
—
Selama masa berkembang biak, serindit juga bisa ditawarkan menu ulat hongkong atau mealworm yang sebelumnya diberi roti sebagai makanannya.
Di alam liar, serindit akanberkembang biak mulai Januari hingga Juli. Namun untuk penangkaran, burung bisa berkembang biak kapan saja. Yang penting, usahakan kandang selalu mendapat cahaya minimal selama 14 jam setiap hari. Jika pagi sampai sore, cahaya bisa memanfaatkan matahari, sedangkan malam hari bisa disokong dengan lampu penerangan.
Induk betina akan bertelur sebanyak 2-4 butir telur, dengan interval peneluran sekitar 23 – 25 jam. Setelah mengeluarkan telur kedua, induk betina akan memulai masa inkubasinya atau mengerami telurnya selama 18 – 21 hari sampai menetas.
Selama merawat anak-anaknya, induk betina akan tetap berada di dalam sarang. Selama itu pula, burung jantan akan memberi makanan kepada pasangannya. Induk betina kemudian akan memberikan sebagian makanannya kepada anak-anaknya.
Pada umur 4-6 minggu, anakan sudah bisa keluar dari sarangnya. Saat itulah Anda bisa memasang ring pada kakinya. Sekitar dua minggu kemudian, mereka sudah bisa hidup mandiri, dan bisa dipisahkan ke kandang pembesaran, atau bisa juga langsung dipasarkan.
Serindit muda menjelang dewasa.
Serindit muda siap dipasarkan.
—
Selamat mencoba, dan mulailah dari sekarang, agar kita tak kehilangan momentum untuk menyelamatkan serindit melayu dan jenis serindit lainnya dari ancaman kepunahan.
Semoga bermanfaat.

READ MORE - Burung Serindit

Jumat, 09 Agustus 2013

Standar Penilaian Lomba Burung Kicau Mania


Jakarta - KM, Lomba Burung berkicau KM adalah salah satui wujud kontribusi dan partisipasi KM di dunia burung berkicau, yang tidak lain demi silatuarhami warga kicaumania dari berbagai macam budaya, adat, agama, politik; yang merupakan salah satu dari Visi dan misi KM.



Lomba-lomba KM selama setahun adalah HUT KM (KICAUMANIA CUP), DUTA KM CUP, dan Lomba Skala Regional yang dilaksanakan secara insidential misalnya Lebaran KM. Walau kami jarang mengadakan Lomba, namun kami komit ingin menegakkan lomba burung yang benar-benar fair play, kami tidak pandang kicaumania pemula atau senior di lomba, semua mempunyai kesempatan yang sama, kalau memang burungnya layak menjadi juara, ya harus kita juarakan.


Untuk mengadalkan Lomba Burung baik Loba yang diadakan oleh KM sendiri atau kerja sama dengan pihak lain, maka kami mempiunyai standard Lomba Burung KM demi terciptanya lomba buurng berkicau yang teratur, tertib, fair play, dan se obyective mungkin sesuai dengan idaman kicaumania semuanya, berikut standard lomba KM:


1. Screening Juri
Screening atau pemilihan juri ini dilakukan untuk juri-juri yang bertugas mempunyai kredibiltas serta reputasi yang bagus dimata semua kalangan kicaumania. Juri harus profesional dalam bertugas serta tidak ber KKN di dalam lomba.

Tidak ada manusia yang sempurna, begitupun juri, namun kami selalu berusaha mencari juri-juri yang mempunyai nilai reputasi terbaik di mata pelomba yang benar-benar main lomba burung murni.

Screening juri dilakukan oleh Koordinator Juri dan Lomba KM beserta team nya, yang dikonsultasikan dengan Ketua KM.


2. Pengaturan Juri di Setiap Kelas
Ini point terpenting, dimana EO kadang kurang memperhatikan masalah pengaturan juri di kelas-kelas tertentu, dimana pengaturan diserahkan full ke Juri, dan akan menimbulkan potensial KKN dengan pemain.

Pengaturan juri di setiap kelas terhadap juri yang bertugas KM akan mengatur tersendiri yang diatur oleh Team Lomba KM, dan pengaturan ini sangat rahasia, sehingga juri tidka tahu akan tugas di kelas apa.


3. Pemasangan KORLAP PANITIA atau PENGAWAS KM
Hampir sebagiab besar event organizer tidak mengurusi dalam penjurian, penjurian diserahkan kepada juri atau Korlap yang bertugas, ini memberi peluang kepada juri/korlap KKN dengan pemain, apabila juri-juri yang bertugas mempunyai mental yang tidak bagus. Peluang inilah yang sering dlakukan oleh Juri sehingga terjadi KKN di lomba. 

Jangan diartikan kami Panitia intervensi dengan Juri, namun Korlap Panitia mempunyai Tuags yang jelas. Dengan pengawasan yang yang jelas maka setidaknya lomba akan tercapai at least 90% fair dan play. Di dalam lomba-lomba KM, dipertegas sejak Om cj menajdi Ketua, KM menempatkan Korlap Panitia agar ada nilai pembanding antara Juri yang bertugas dan Korlap Panitia KM. terbukti lomba-lomba KM selalu sukses, yang minim protes da cenderung fair play, simak Lomba HUT KM VI di Jawa tengah, Lomba Duta KM CUP II, serta yang baru saja yaitu KM CUP 2013.

Agar tidak terjadi tumang tindih di lomba, aka Tugas Korlap Panitia KM ini adalah:
- Korlap Panitia ditugaskan oleh Koordinator dan Chief Lomba KM, mereka bertanggung jawab kepada Koorodinator Lomba /Juri dan Chief Juri KM.
- Mengawasi jalannya Lomba burung agar tercapai yang fair play
- Ikut menilai jalannya lomba burung, dan melaporkanya pada Korlap Lomba Burung saat itu.
- Korlap Panitia dilarang kontak dengan Juri Lomba, karena akan menggangu jalannya penjurian.
- Memantau burung-burung yang kerja namun juri tidak sempat memantaunya.
- Mengawasi Juri-juri yang bertugas yang disinyalir KKN dengan Panitia, dengan menilai burung-burung yang tidak bekerja namun juri berusaha menjadikan juara.
- Apabila diindikasikan ada insur KKN atau tidak profesional, maka Koordinator Lomba/Juri KM memberikan peringatan melalui Manajer Juri yang bertigas,
- Dan apabila juri bekerja tidak profesional dan sudah kita ingatkan, maka Koordinator Juri/Lomba KM yang berkoordinasi dengan Ketua berhak memberhentikan juri yang bertugas tersebut melalui Manajernya.






Om CJ, saat menjadi Korlap Panitia di Lomba HUT KM Jateng, Juni 2012





4. Peraturan Lomba KM
Lomba KM wajib menggunakan "Peraturan Lomba KM", dimana lomba KM ini sudah diterapkan di beberapa lomba KM, terutama dimulai dari Lomba HUT KM VI di Ungaramn, Lomba Lebaran KM, Lomba Duta KM CUP II, serta KM CUP 2013.

Peraturan ini bukan maksud untuk mempersulit pelomba di KM, namun demi ketertiban dan bertujuan untuk menegakkan lomba agar berjalan lancar dan tertib sehingga lomba akan fair play sesuai idaman kicaumania semuanya.





Peraturan Lomba KM di HUT KM VI di Ungaran, Jateng Juni 2012



Setiap Lomba KM, kami akan mengumumkan di web serta akan kami sebarkan kepada pelomba di event lomba KM. Peraturan Lomba KM akan selalu diupdate sesuai dengan masukan para kicaumania, kami selalu terbuka dan siap menerima masukan.



5. Jarak Pagar
Jaraka pagar sangat membantu ketertiban lomba, terlalu delat akan mengakibatkan pelomba cenderung berteriak dengan kencang sehingga mengganggu kinerja penjurian. Jaak pagar untuk Lomba Nasional atau Regional adalah minim 10 m (semakin jauh semakin bagus), dan Latberan adalah 6 meteran.

5. Tiket Gosok
Tiket gosok untuk Lomba Nasional dan Regional wajib diadakan , demi terciptanya fair play. Koordinator Lomba/Juri KM mengawal ticketing ini dari mulai pembuatan sampai pendistribuan ke peserta lomba.

Agar benar-benar faoir play maka, pengocokan dilakukan do Lapangan dan disaksikan minim oleh 10 peserta lomba. 


6. Perekap 
Perekap atau perumus hasil penjurian yang dilakukan oleh orang Non KM wajob didampingi oleh internal KM. Hal ini untuk menghindari adanya kecuarangan penambahan nilai mentok atau menghindari burung yang tidalk layak diikutkan masjuk daftar juara.


7. Nominasi
Model nominasi ini bertujuan untuk menyeleksi burung yang layak masuk juara 1-3, system nominasi BnR adalah bagus. Dalam nominasi ini, setiap Juri mencari maksimal 3 burung terbaik untuk diajukan kepada petugas nominasi, dari hasil pengumpulan nominasi, maka akan didapatkan burung-burung yang layak masuk juara 1-3. Model nominasi Lomba burung KM yang menggunakan juri independent bisa menggunakan nominasi tertutup atau terbulka. Masalah ini kita serahkan Koordinator Juri/Lomba KM untuk pengatirannya.

Dari hasil nominasi, maka akan dilakukan pembandingan burung-burung yang layak juara. Nominasi adalah bagus karena untuk mengantisipasi juri yang nyelonong menjuarakan burung tertentu.





Contoh Illustrasi Nominasi, Beberapa Masukan Juri





8. Ketegasan 
Semua pelomba adalah temen, biasanya kita mempunyai rasa tidak enak dalam menegakkan peraturan, misalnya menancapkan bendera PERINGATAN atau Bendera DISKUALIFIKASI, kami akan menempatkan temen-temen DUTA KM yang bertugas di TNI untuk membantu jalannya lomba ini sehingga ketegasan benar-benar dilaksanakan, terutama yang teriak.





Om Hasto kedua dari kiri, siap mengamankan jalanya lomba DUTA KM CUP II.





9. PENGURUS, PANITIA/JURI DILARANG MENURUNKAN BURUNG 
Pengurus inti KM: Ketua/Waka, Sekjend, Koordinator Juri/Lomba KM, Chief Juri , Chief Lomba KM, Semua panitia yang terlibat di Lomba KM, serta Juri dan Korlap WAJIB dilarang menurunkan burungnya di Lomba KM. Ini untuk menghindari suara NEGATIVE Pemain lainnya, walau seandainya burung panitia, juri dan Kolap bisa juara adalah murni, kami tetep melarang, dan pelarangan ini kami masukan dalam Peraturan Lomba KM.


Itulah standard Lomba KM terutama buat yang ingin bekerja sama dengan KM, Lomba bagi KM bukanlah target organisasi, hal ini demi terciptanya lomba yang baik, teratur, dan minim KKN serta fair play sesuai idaman kicaumania Indonesia.

Sumber : http://www.kicaumania.or.id/forums/content.php?291-Standard-Lomba-Burung-Berkicau-KM
READ MORE - Standar Penilaian Lomba Burung Kicau Mania
 
© 2011 INFO OKE | Except as noted, this content is licensed under Creative Commons Attribution 2.5.
For details and restrictions, see the Content License | Recode by Ardhiansyam | Based on Android Developers Blog