Tampilkan postingan dengan label Motor Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motor Tua. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Motor MerkNorton Villiers (1966 – 1973)

Norton adalah merk sepeda motor Inggris yang cukup terkenal.  Pada awalnya, James Lansdowne Norton mendirikan perusahaan Norton Manufacturing Co. pada tahun 1898 yang memproduksi rantai dan spare parts sepeda motor.  Sepeda motor Norton pertama dibuat pada tahun 1902 saat mereka meletakkan mesin Clement dari Prancis kedalam rangka motor yang didesain sendiri.
Meskipun James Norton sendiri meninggal pada tahun 1925, sepeda motornya yang bermesin tunggal kapasitas 350 cc dan 500 cc memenangkan banyak pertandingan pada beberapa balapan tahun 20an dan 30an.  Sepeda motor Norton berhasil mencapai puncaknya pada tahun 40an dengan membangun mesin Dominator Twin 500 cc.
Pada tahun 1966, asosiasi AMC bangkrut dan diambil alih oleh Manganese Bronze Holdings yang membentuk pasar Norton-Villiers untuk dijual di luar negeri.  Pada saat itu Norton hanya merupakan merk sepeda motor di perusahaan itu yang menghasilkan uang.  AJS dan Matchless tradisional bermesin silinder tunggal empat langkah telah selesai ceritanya.   Kedua model tersebut dikombinasikan menjadi satu pada tahun 1969.   Pada tahun 1968 semua model telah menggunakan karburator, sistem pengapian, dan kunci pengapian model baru.  G15CS/N15CS/M33CS telah meningkatkan spare parts motor tahun 1968 – 1969.
Seri P11 adalah perkembangan yang sepenuhnya baru untuk tahun 1967 dan dikembangkan lebih lanjut untuk 1968-69.  P11 tersedia baik sebagai Norton atau Matchless.
Norton-Villiers mengembangkan mesin baru dengan biaya yang cukup mahal, tetapi getaran mesin twin  750 cc vertikal masih terasa oleh pengendara melalui frame dari Norton Atlas.
Norton Commando bingkai Isolastic dikembangkan sekitar tahun 1967 dalam motor show bertajuk Earls Court Show dan diproduksi pertama kali pada bulan April 1968.  Norton ini segera muncul di dunia balap dan cukup mendapat hati penggemar balap dengan bentuk dan warnanya yang menawan.
Commando 1969 S diperkenalkan dengan knalpot yang dipasang tinggi di sisi kiri dan tanki bensin berkapasitas 11 liter.  Model tersebut kemudian disebut sebagai Fastback Commando. Pada pertengahan tahun1972, grup perusahaan BSA berada dalam kesulitan keuangan yang serius akibat kegiatan-kegiatan motor BSA dan Triumph yang sangat menyedot finansial.  Pemerintah Inggris tidak ingin merk motor kebanggaan negara tersebut runtuh sehingga kemudian menawarkan paket penyelamatan keuangan dengan cara menggabungkan dua kelompok perusahaan sehingga lahirlah Norton-Villiers-Triumph.
Sumber :
http://en. wikipedia.org/wiki/Norton-Villiers
READ MORE - Motor MerkNorton Villiers (1966 – 1973)

Motor merk JAWA ( 1929 - Sekarang )


Jawa (baca : Yava) adalah merk sepeda motor dari Republik Ceko (Czech republic), yang dulu bernama Cekoslovakia (Czechoslovakia).  Nama “Jawa” ditemukan setelah sang pembuat motor, Frantisek Janecek yang lahir pada 23 Januari 1878, membeli divisi motor dari Wanderer pada tahun 1929 (untuk sepeda motor baru mereka yang bermesin 500 cc ), dengan menggabungkan suku kata pertama Janeček dan Wanderer.   Perusahaan ini masih aktif hingga sekarang. 
Motor Pertama
Motor pertama diperkenalkan pada tanggal 23 Oktober 1929 berupa sebuah motor bermesin 500 cc 4-tak dengan daya 12 kW (18 hp) dan konsumsi bahan bakar 6 liter per 100 km.   Walaupun dijual dengan harga tinggi, motor ini berhasil melalui tahun pertamanya yang kemudian mengalami beberapa perbaikan kontruksional. 
Motor Kedua
Karena resesi ekonomi pada awal tahun 1930, orang-orang membutuhkan sepeda motor yang lebih murah dan sederhana.  Tahun 1932 ditandai perusahaan ini dengan peluncuran Jawa 175.  Dengan mesin 3,6 kW-nya, motor ringan ini (hanya berbobot 70 kg) mampu menggeber kecepatannya hingga 80 km / jam dan konsumsi bahan bakar 3,5 liter per 100 km.   Tahun pertama produksi Jawa 175 menjadi sebuah kesuksesan, terbukti perusahaan mampu menjual lebih dari 3000 unit Jawa 175 atau hampir tiga kali jumlah penjualan model 500 cc selama tiga tahun produksi.   Produksi Jawa 175 akhirnya berhenti pada tahun 1946.   Pada tahun 1938, Jawa menjadi pelopor sistem ‘test drive’ pada saat event pameran motor.  Yang dipakai sarana test drive adalah Jawa 175 custom yang dilengkapi dengan setang ganda (setang kedua berada di bagian belakang untuk instruktur).   Selama bertahun-tahun, perusahaan telah memproduksi total 27.535 unit Jawa 175.  Pada tahun 1935, Jawa mulai memproduksi motor OHV 350 cc : Pada tahun yang sama (1935) dimulailah produksi motor Jawa 250 Special, sementara pada tahun 1937 keluar motor Jawa 100 Robot :
Pasca Perang
Pada tahun 1946, diperkenalkan motor Jawa 2-tak kapasitas 250cc bermesin tunggal dengan knalpot ganda yang menjadi motor serba guna terluas di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang bersekutu dengan blok komunis.  Sebuah mesin 350cc dua silinder 2-tak diekspor ke seluruh dunia dan dijual dengan berbagai nama merek lain, termasuk merek Eaton’s dari Eaton’s Road King.  Selain itu, sepeda motor silinder tunggal yang besar  dijual beberapa tahun kemudian pada tahun 1960 oleh Sears of Canada.
Tahun 1952, Jawa memproduksi motor bermesin 500 OHC: Tahun 1954 Jawa mulai memproduksi sebuah mesin 250/350 cc : Tahun 1966, Jawa memproduksi motor 350 cc Californian : Tahun 1970, Jawa memproduksi mesin kapasitas 250/350 cc UR : Tahun 1974, Jawa mulai  memproduksi motor 350 cc model 634 : Perusahaan sepeda motor merk CZ kemudian di-merger dengan Jawa oleh ekonom  socialist setelah kemenangan Komunis pada tahun 1948 (Communist victory in 1948).   CZ sebenarnya juga membuat sepeda motor street, tetapi lebih terkenal karena model motor motocross dan enduro mereka.  Model ISDT untuk motor trail dan motor enduro ini diproduksi di bawah plat-nama Jawa & CZ. 

Moped

Jawa membuat variasi moped 2-tak (two-stroke mopeds) dan merupakan salah satu perusahaan pertama yang menyertakan sistem pengapian elektronik (electronic ignition) pada moped mereka.   Sayangnya, unit “Tranizmo” ini termasuk kategori produk gagal.  Pada perkembangannya, moped merk Jawa mempunyai reputasi yang kurang baik karena tingkat kesulitan mendapatkan suku cadang yang cukup tinggi dan rating kegagalan unit “Tranizmo” ternyata cukup tinggi.  Untuk informasi lebih jauh tentang mopeds Jawa, silakan lihat babetta. 
Jawa di India
Sepeda motor Jawa diperkenalkan di India sekitar tahun 1950-an dan mereka cukup mengkultuskan merk ini hingga saat ini.   Motor diekspor langsung ke India oleh Ideal Jawa yang bermarkas di Mysore.   Model 250cc,  250cc Yezdi, Twin 350, dan model Monarch masih dikendarai di sana hingga hari ini (di Indonesia mungkin bisa disamakan kasusnya dengan Honda CB).   Sepeda motor Jawa dengan bantalan tangki dan sistem pengapian yang terletak pada tangki bahan bakar saat ini telah menjadi kategori kolektor item.   Motor Jawa juga menggunakan Yezdi sebagai padanan kata “pergi atau berlari”.
Sejarah Jawa menunjukkan catatan yang cukup aktif dalam dunia balap dan merupakan produsen motor di Eropa Timur yang paling aktif dalam olahraga mekanik.   Di trek balap, Jawa hadir di Kejuaraan Dunia sampai pertengahan enam puluhan dengan penampilan yang terhormat meskipun dengan keterbatasan anggaran mereka.   Dalam motocross, perusahaan membangun sebuah Palmares yang mengesankan sebelum mesin 4-taknya digantikan oleh mesin 2-tak.   Dalam balap speedway, balap dirt track, dan balap es (ice racing) di mana mesin 4-tak mereka masih memberikan keberuntungan, perusahaan tetap menjadi kekuatan yang dominan dengan mencetak sejumlah kemenangan tak terkalahkan hingga hari ini (silakan diverifikasi).   Jawa Speedway kini menjadi sebuah perusahaan terpisah seiring dengan privatisasi pada tahun 1990-an dengan jatuhnya Sosialisme (Socialism).  Setelah pembubaran serikat rakyat Ceko dan Slovakia menjadi dua negara yang terpisah dan pembongkaran perekonomian sistem sosialis, maka konsumen motor Jawa dan motor kompetisi Speedway dibagi menjadi dua perusahaan terpisah.   Motor Jawa Speedway masih sukses, sementara perusahaannya sedang sekarat.   Pada tahun 2006, Jawa menghasilkan tiruan Honda 250 cc, 125 cc dan 50 cc serta sepeda motor besar dengan mesin Rotax 650 cc (mesin ini dapat juga ditemukan dalam BMW F650 series).  Salah satu ikon motor Jawa yaitu twin 350cc 2-tak,  yang tidak berubah secara mekanik sejak 1960-an tapi sangat bisa diandalkan, sudah dalam kondisi sekarat.   Sementara itu, saudaranya, mesin tunggal 250 cc twin-port dua-tak tidak lagi tersedia.
Motor Jawa bermesin besar seperti Rotax 650 cc datang dalam tiga variasi berbeda.   Jawa Klasik 650 adalah sebuah sepeda retro dengan proporsi klasik.   Jawa 650 Style ditujukan untuk jalan-jalan kota.  Sementara Jawa 650 Dakar adalah sebuah sepeda enduro skala penuh yang mirip dengan Honda XL Transalp.   Maksimal output (kW / rev. X min-1)=35,4 / 6500 ; sementara torsi maksimal (Nm / rev x menit-1)=57 / 5000.
Sepeda motor lama Jawa yang telah direstorasi dan diberi sentuhan akhir yang baik akan tampak menarik tidak kalah dengan motor lama lainnya. 

Sumber :
http://jawa-motor.com/indexd635.html?idmenu=34
http://en.wikipedia.org/wiki/Jawa_Motors
READ MORE - Motor merk JAWA ( 1929 - Sekarang )

Rabu, 07 September 2011

Serba serbi komunitas honda C70

Honda  C70 adalah kakak dari Honda Super Cub, dengan kekuatan lebih dan naik ekonomis yang sama murah dan kehandalan. Saat itu diperkenalkan di Amerika Serikat, Kanada, Asia, dan Vietnam pada tahun 1970, model pertama disebut C70, tetapi pada tahun 1980 Paspor C70 diperkenalkan.Itu cc 72 berpendingin udara biaya overhead cam mesin tunggal, semi-otomatis 3-speed gearbox, dan tenaga kuda yang cukup untuk menarik sepeda ini ke kecepatan tertinggi 50 mph (80 km / jam).


ini dia gan alamat komunitas atau club honda c70 di negara kita tercinta ini,khususnya buat agan agan yang ingin menambah wawasasan,pengetahuan seputar honda c70 atau bagi agan agan yang hanya iseng membaca.wajib di baca nich gan bagi agan agan pecinta motor honda c70.

Motor Uloeng Gresik (MUG)
Jl. Panglima Sudirman 63, Gresik
(031) 3981435, 081 2325 3534 - Harris

Klub Ulung Lumajang (KUL)
Jl. Brigjen Slamet Riyadi 102, Lumajang
(0334) 884372

C70 Arema
Jl. Sumpil 3/5, Malang
(0341) 572926 - Nanang

Kompolan Motor Balang (Kombal)
Jl. Trunojoyo 9/1, Bangkalan
(031) 3095458 - Irwan
Kediri Calong Fans Club (KCFC)
Jl. Tinalan 3/58, Kediri
(0354) 689314, 685460 - Huda/Joko

Jombang Motor Oeloeng
Jl. KH Wachid Hasyim 67, Jombang
(0321) 870888, 875155 - Fitrananda
Federasi Honda Minti (Faham)
d/a Bp. Gunawan - PT Telkom
Jl. Pahlawan No. 59, Madiun
(0351) 455655, 081 2344 1009
Ngawi Minthi Club (NMC)
Jl. S. Parman 30 - Ngawi 63216
(0351) 749638
Patria Kalong Club
Jl. Sentiaki 16 - Kademangan, Blitar 66161
(0342) 807473
Jogja Pitung Club (JPC)
Jl. Gejayan 17, Jogjakarta
(0274) 886683, 081 2272 3167 - Heru
Honda Antik Club (HAC)
Jl. Abimanyu V / 49, Semarang
(024) 3565464 - Sutrisno
Cempe Fan Club (CFC)
Jl. Urip Sumoharjo Asem Binatur 3, Pekalongan
(0285) 429069 - Udin
CHANTIQ
Jl. Karang Kepoh II / 66, Salatiga
(0298) 313351, 081 824 4099 - Kusdek/Pakat
Ikatan Motor Plethoek Anak Solo (IMPAS)
Jl. Gatot Subroto III / 79, Solo
(0271) 664575 - Yani, 782905 - Joko
C70 Fan's Club (CFC) Prambanan
d/a "Patra Agung Sakti Motor"
Jl. Senoharjo 9, Tlogo - Prambanan, Klaten
(0274) 497830, 081 125 9992
Si Pitung Club Temanggung Racer (Sicter)
Jl. Sri Suwarno 17 - Banyu Urip, Temanggung
(0293) 491730, 491117, 081 5685 5361
BOG Bandung
Jl. Lengkong Besar 109, Bandung
(022) 4230757
The Adventure of Duck (TAD)
Jl. Maripan 111, Bandung
(022) 5210727
Cianjur Onyo Club (COC)
Jl. Raya Cianjur - Sukabumi No. 59, RT 1 / RW 1
Ds. Bumi Sari, Kec. Warung Kondang, Cianjur
(0263) 268958 – Agus
Bebek Antik Club (BAC)
Jl. Raya Banten - Sapta Marga 3A,
Serang - Banten
(0254) 207633 - Aries
Kumpulan Motor Lenci Bekasi (KMLB)
Jl. Jati Mulya Raya D/6, Bekasi Timur
081 876 4369
Bebek Antik Tangerang (BAT)
Jl. Duta Raya J I/3, Taman Cibodas, Tangerang
(021) 5515909 - Wiwit
Bali Seven Ceblok Club (BSCC)
Jl. Imam Bonjol IV / 15, Denpasar
(0361) 229031
Jepara Kaoto Fan Club (JKFC)
Jl. Tahunan 15 - km 5,5 - Jepara
(0291) 592105 - Widodo/Gendut
Jangkrik Antik Lampung (JAL)
Jl. Perintis Kemerdekaan Gg. Madrias IV / 74,
Bandar Lampung
(0721) 471249
Turen Tujuh Puluh Club (TTC)
Jl. Sapto Argo 1 - Kary. II Pindad
Turen - Malang 65175
(0341) 823894 - Bambang Nuriono
Persatuan Ulung Sidoarjo (Perus)
d/a Arif Bangkit Print, Kebonsari RT 01/02
Candi - Sidoarjo
(031) 8970479, 081 2315 2511
Trenggalek Kalong Club (TKC)
d/a UD Rofi'i Motor
Durenan - Trenggalek
(0355) 879281 - Rofi'i , 878605 – Ubin
Duck Owner's Club Sukabumi (DOCS)
Jl. Pelabuhan II / 289, Sukabumi
(0266) 222094 – Teddy
I'M Hot Pamulang
Jl. Duta Permai C-4 No.10, Pondok Hijau
Ciputat - Jakarta Selatan
Klaten Team Pletoek (KTP)
Jl. Ki Ageng Pengging 59, Klaten Utara
Jl. Veteran 70, Klaten Utara
(0272) 323810
Motor Tua Bangka (Motuba)
Komplek Bintaro II, Jl. G. Lawu 16B-44
Bintaro Jaya - Bekasi Barat
Bebek Bogor Club (BBC)
Babakan Sirna RT 05/09, Kel. Tegallega
Kec. Bogor Tengah - Bogor
(0251) 358024
Honda Bebek C70 Owner's Club (HBOC)
Gg. Matahari 39-B, Warnasari - Kesambi
Cirebon 45134
(0231) 231692
C70 Fans Club Tegal
Jl. Werkudoro No. 68 / 72, Tegal
(0283) 357062
Honda Dulu Club (HDC) Cilandak
Jl. H. Nawi Raya 29, Kebayoran Baru
Jakarta
Honda Motor Classic (HMC) Ciledug
Jl. Al Mubarok I / 13, RT 0014 / RW 02
Joglo - Jakarta Barat 11640
(021) 5859916
Bebek Tasikmalaya Independent Club
d/a Raga Motor
Jl. Letkol RE Djaelani 20, Cikurubuk-Tasikmalaya
(0265) 324087, 081 2142 7401, 081 6466 7873
Motor Antik Bekasi (MAB)
Jl. Rawa Indah No. 56-57, RT 03/09
Karang Kitri - Bekasi
(021) 9227702, 8815265, 081 894 3245
Besi Tua Motor Club (BTC)

BATIC (bebek antik tie cikampek)
Jl. Jendral Sudirman No. 208 - RT 11
Sumber Pucung 65165 - Malang
(0341) 386874
Bebek Roda Antik Ambulu (BRAA)
Jl. Manggar No. 60 / 62, Jember
(0336) 881440, 882563
Ikatan Minthi Muda Madiun (IM3)
Perum Bumi Mas Blok D No. 11, Madiun
(0351) 499961, 081 2326 5475 (Alex)

   Tanpa kita sadari di daerah daerah nama motor tua honda c70 sangat beragam jenis nama  dan  ini nama untuk motor honda c70 di masing  masing daerah .ini gan namanya,mungkin masih banyak lagi.

1. Pati, Kudus, Rembang      :
     Kaoto, Asal nama dari gagang serut kayu yang mirip dengan model setang.
2. Surabaya, Gresik              :
      Koentoel, (burung bangau) kalau lagi mengepakkan sayapnya mirip setang  Honda C-70.
3. Solo sekitarnya                 :
      Honda Pletuk. Diambil dari bunyi mesin, pletuk….pletuk.
4. Yogyakarta sekitarnya       :
      Si Pitung (bahasa jawa). Kependekan dari pitung puluh (70).
5. Sukabumi, Cianjur           :
     Onyo, berarti bebek.
6. Bekasi                               :
      Lenci. Telinga kelinci mirip setang.
7. Bandar Lampung              :
     Jangkrik. Tampak muka mirip jangkrik.
8. Pringsewu, Lampung        :
     Dungkul, yang artinya bebek.
9. Metro Lampung                 :
      Unyil, karena motornya kecil.

  Bagi teman teman yang ingin menambahkan club motor honda c70nya silahkan berkomentar dan jangan lupa
Nama club c70nya :

Telphone                 :
Lokasi daerah        :

   Bila ada pembaruan ( update  ) dari agan agan silahkan comment juga ya


Sumber : https://bebekc50c70c90.wordpress.com/tag/bebek-c-70/
READ MORE - Serba serbi komunitas honda C70

Jumat, 02 September 2011

Motor Honda Bebek Pertama di Dunia

Bebek Honda pertama resmi dijual dengan harga 55 ribu Yen.

Honda Bebek Super Cub 100  
     Sepeda motor Honda tipe cub atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan istilah bebek, pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1957. Sepeda motor yang kini begitu tenar di Asia, dan bisa dibilang menjadi titik awal revolusi sepeda motor di dunia.

Memulai perjalanan yang panjang serta banyaknya tantangan sudah dirasakannya, pertama soal desain dan teknologi terbarunya di saat itu. Misalnya mesin OHV 4-tak berkapasitas mesin 50cc-nya. Meski cuma bertenaga 4,5 Dk, mesin menjadi terobosan ditengah lebih banyaknya sepeda motor yang menggunakan mesin 2-tak saat itu.

Tidak hanya itu, Honda juga mengembangkan kopling sentrifugal agar pengendara tetap bisa mengendalikan motor ini dengan satu tangan. Seperti dilansir Realclassic, Selasa 16 Agustus 2011, alasan dibuatnya teknologi  ini, adalah mengakomodir kebutuhan para pengantar makanan restoran di Jepang yang menggunakan satu tangan untuk mengendalikan sepedanya.

Masuk bulan Februari 1957 pengembangan desain bodi dilakukan. Soichiro Honda, pendiri Honda cukup konsen masalah desainnya. Bahkan Soichiro berpesan supaya desainnya dibuat kompak dan nyaman sehingga cocok dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu tantangan kenyamanan adalah ketika Honda memilih lingkar roda 17 inci. Diameter roda ini dipilih karena saat itu masih banyak jalanan di Jepang yang belum diaspal.

Masalahnya adalah tidak ada produsen ban besar di Jepang yang membuat ukuran khusus hanya untuk satu jenis sepeda motor. Untungnya Honda menemukan satu suplayer yang mau membuat ukuran khusus untuk Honda.

Akhirnya pada tahun 1958, Bebek Honda pertama resmi dijual masal dengan nama Super Cub C100, dan dijual dengan harga 55 ribu Yen. Setahun kemudian motor ini masuk ke pasar Amerika dan kemudian menyusul di Eropa pada 1961. Genre ini pun berlanjut hingga saat ini. Bahkan di Indonesia, bebek masih cukup digemari. Sejak bulan Januari hingga Juli 2010 saja sudah terjual 2.050.656 unit.

 Sumber Berita :http://otomotif.vivanews.com/news/read/241027-motor-honda-bebek-pertama-di-dunia
READ MORE - Motor Honda Bebek Pertama di Dunia

Sabtu, 27 Agustus 2011

Spesifikasi Honda C70

Paspor C70 adalah kakak dari Honda Super Cub, dengan kekuatan lebih dan naik ekonomis yang sama murah dan kehandalan. Saat itu diperkenalkan di Amerika Serikat, Kanada, Asia, dan Vietnam pada tahun 1970, model pertama disebut C70, tetapi pada tahun 1980 Paspor C70 diperkenalkan.Itu cc 72 berpendingin udara biaya overhead cam mesin tunggal, semi-otomatis 3-speed gearbox, dan tenaga kuda yang cukup untuk menarik sepeda ini ke kecepatan tertinggi 50 mph (80 km / jam). Model pertama memiliki 6 v listrik, pada tahun 1982, 12 v listrik dan pengapian CDI diperkenalkan untuk lebih meningkatkan kinerja mesin. Semua model memiliki rantai penuh-tertutup drive untuk kurang pemeliharaan.

Spesifikasi:


Pemindahan              : 72 cm ³
Mesin                        : 4 langkah silinder Kepala Selama Cam tunggal
Pengapian                 : poin Breaker
Transmisi                  : 3-speed dengan kopling semi-otomatis
Sistem bahan bakar  : Karburator
Katup                         : 2 katup / silinder
Top Speed                  : 80 km / jam (50 mph)
Listrik                        : 6 Volt


Sumber   : http://www.rumahkeluarga.com/2008/04/30/honda-c70/

READ MORE - Spesifikasi Honda C70

Jumat, 26 Agustus 2011

Banyak Cerita di Honda C70 ku

Ini dia penampakan motor honda c7o ku tahun 1979 dengan 3 kecepatan,kalo bicara tentang data data semua tentang C70 gak akan pernah ada habisnya karna ini motor mempunyai sejarah panjang.Yang bermula dari tahun 70 an yang bokap dlu suka banget sama motor honda lawas seperti honda cb100 honda s90,honda s90z yang dulu masih berkeliaran di daerah kita yang tercinta ini.dan sekitar tahun 80 boakp ane beli ini motor dari saudara ane,nah langsung ajah ya pas ane udah menginjak sekitar kelas 3 SD ane sering banget di boncengn ini motor,rasanya sih empuk banget ini motor,tapi pas umur segitu tak di pungkiri ane merasa malu tak kala bokap memakai motor ini,yang di pikiran ane "ah bokap ngapain sich pake motor nyuk nyuk,malu maluin ajah" apa lagi kalo pas jalan jalan ,ane bokap nyokap kaka ane di tumpuk di ini motor,gimana gitu kelihatanya,udah gak ada tenaganya,tajk dipungkiri juga ini motor yang telah mengantarkan ane bisa hidup di bumi ini dan sama ade ane sampe ane sunat ajah pakai ini motor,benar benar ajip kan ni motor ,apa lagi jasanya,gak bisa terhitung lagi .dan seiringnya waktu sekitar umur kelas 3 SMP ane juga kan pengen ngerasain bisa naik motor,dan diam diam ane ambil ini motor dari gudang dan ane pake dah,dengan modal nekat sama teman ane ,yang pertamanya ane gak bisa naik motor,yang ane tahu cuma cara ngegas ini motor grung ......grung.tancep,hehehhe,sampe ini motor telah membuat treman ane juga yang belum bisa naik motor sampai bisa naik motor,tambah lagi " gila ini motor banyak banget jasanya " ah pokoknya gak kehitung lagi dah jasanya.langsung lanjut ke tahap " kok ini motor mengkilap dan masih seperti baru ya " pas disini ane yang sudah mulai menginjak bangku kuliah semester 2 berniat merombak ini motor seperti awal lagi dari pada gak di pake,yaudah ane langsung cari ajah onderdilnya.sambil tanya tanya sama teman, dan mencari kesana kesini.dimana tempat onderdil honda C70 berhubung ini motor langka di tahun 2011.yang jamannya serba injection,hehehe.
ane cari ajah sambil tanya tanya dan akhirnya dapat semua.rasanya senang banget kalo dapet onderdil semua ini motor.dan biaya yang di habiskan mencapai 8 juta ,tap tidak seberapa ketika ini motor bisa jalan dan bisa jadi bahan lirikan orang - orang.yang dlunya 70 cc sekarang jadi 100 cc.agar lebih makyos...memang buah gak akan jauh dari pohonya sama seperti bokap ane yang suka mengoleksi motor motor tua dan akhirnya menular ke ane juga.motor tua bukan untuk di abaikan tapi untuk kita jaga kelestariannya bagai mana pun motor tua banyak berjasa bagi hidup kita tanpa kita pernah menyadarinya sama sekali,sayangi ya motor tua mu,,,,hehehe

ini cerita honda C70 ku,apa ceritamu tentang C70 mu....
READ MORE - Banyak Cerita di Honda C70 ku

Sejarah Honda Motor di Indonesia

     PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (Completely Knock Down).
     Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia.
     Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor Honda tahun 2001 di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya PT Honda Federal (1974) yang memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dan sebagainya, PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) yang khusus memproduksi peredam kejut, PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) yang memproduksi mesin sepeda motor serta PT Federal Izumi Mfg.(1990) yang khusus memproduksi piston.
    Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi serta tumbuhnya pasar sepeda motor terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham di pabrikan sepeda motor Honda ini. Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan beberapa anak perusahaan di merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, yang komposisi kepemilikan sahamnya menjadi 50% milik PT Astra International Tbk dan 50% milik Honda Motor Co. Japan.
    Pelopor motor bebek di Indonesia, Honda C70 , versi Honda Super Cub, dengan tenaga yang lebih dan ekonomis yang sama murah dan kehandalan.
Ia memiliki overhead cam berpendingin udara 72 cc mesin (4.4 cu in) tunggal, gearbox 3-speed semi-otomatis, dan tenaga kuda cukup untuk menarik sepeda ini ke kecepatan tertinggi 50 mph (80 km / jam). Model pertama telah 6 listrik v, tahun 1982, listrik v 12 dan pengapian CDI diperkenalkan untuk lebih meningkatkan kinerja mesin.

READ MORE - Sejarah Honda Motor di Indonesia

Sejarah Perusahaan Raksaksa Honda

    Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906 di Iwatagun (kini Tenrryu City) yang terpencil di Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun kini daerah kelahiran Honda sudah ditelan Hamamatsu yaitu kota terbesar di provinsi itu.
    Ayahnya bernama Gihei Honda seorang tukang besi yang beralih menjadi pengusaha bengkel sepeda, sedangkan ibunya bernama Mika, Soichiro anak sulung dari sembilan bersaudara, namun hanya empat yang berhasil mencapai umur dewasa. Yang lain meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat dan juga akibat lingkungan yang kumuh.
    Walaupun Gihei Honda miskin, namun ia suka pembaharuan. Ketika muncul pipa sigaret modal Barat, ia tidak ragu-ragu mengganti pipa cigaret tradisionalnya yang bengkok, tidak peduli para tetangganya menganggapnya aneh. Rupanya sifat itu dan juga keterampilannya menangani mesin menurun pada anak sulungnya.
    Sebelum masuk sekolah pun Soichiro sudah senang, membantu ayahnya di bengkel besi. Ia juga sangat terpesona melihat dan mendengar dengum mesin penggiling padi yang terletak beberapa kilometer dari desanya.
   Di sekolah prestasinya rendah. Honda mengaku ulangan-ulangannya buruk. Ia tidak suka membaca, sedangkan mengarang dirasakannya sangat sulit. Tidak jarang ia bolos. “Sampai sekarang pun saya lebih efisien belajar dari TV daripada dari membaca. Kalau saya membaca, tidak ada yang menempel di otak,” katanya.
    Ketika sudah kelas lima dan enam, bakat Soichiro tampak menonjol di bidang sains. Walaupun saat itu baru belasan tahun, namun dalam kelas-kelas sains di Jepang sudah dimunculkan benda-benda seperti baterai, timbangan, tabung reaksi dan mesin. Dengan mudah Soichiro menangkap keterangan guru dan dengan mudah ia menjawab pertanyaan guru.
   Beberapa waktu sebelum itu, untuk pertama kalinya Soichiro melihat mobil. “Ketika itu saya lupa segalanya. Saya kejar mobil itu dan berhasil bergayut sebentar di belakangnya. Ketika mobil itu berhenti, pelumas menetes ke tanah. Saya cium tanah yang dibasahinya. Barangkali kelakuan saya persis seperti anjing. Lalu pelumas itu saya usapkan ke tangan dan lengan.
Mungkin pada saat itulah di dalam hati saya timbul keinginan untuk kelak membuat mobil sendiri. Sejak saat itu kadang-kadang ada mobil datang ke kampung kami. Setiap kali mendengar deru mobil, saya berlari ke jalan, tidak peduli pada saat itu saya sedang menggendong adik.”
   Soichiro hanya mengalami duduk di bangku sekolah selama sepuluh tahun. Sesudah lulus SD, anak nakal itu dikirim ke sekolah menengah pertama di Futumata yang tidak jauh dari kediamannya. Lulus dari sekolah menengah itu ia pulang ke rumah ayahnya. Gihei Honda sudah beralih dari pandai besi menjadi pengusaha bengkel sepeda. Gihei Honda memiliki majalah The World of Wheels yang dibaca Soichiro dengan penuh minat.
    Di majalah itu sebuah bengkel mobil dari Tokyo memasang iklan mencari karyawan. Soichiro buru-buru melamar dan ia diterima. Walaupun ayahnya khawatir, namun Soichiro diantar juga ke kota besar itu.
Honda hampir tidak percaya pada telinganya Honda merasa saat menunggu dipanggil belajar menjadi montir itu benar-benar merupakan ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihadapinya seumur hidupnya. Di masa-masa setelah itu ia sudah tidak takut lagi menghadapi rintangan apapun berkat ketabahan yang diperolehnya selama menjadi kacung.
   Honda yang selama kariernya tidak tahu banyak mengenai uang, Cuma mendapat keuntungan sedikit sekali tahun pertama itu. Tetapi Honda merasa beruntung karena bengkelnya sukses. Ia memutuskan untuk menabung dan memperkirakan selama masa kerjanya akan mampu mengumpulkan sampai 1.000 yen.
Selama hidupnya Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hal paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama, ditemukannya ialah teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika itu mobil-mobil di Jepang memakai jari-jari kayu yang mudah terbakar. Perusahaan-perusahaan Jepang segera mengekspor jari-jari logam itu sampai ke India. Pada umur 25 tahun ia memperoleh keuntungan 1.000 yen sebulan.
   Perusahaan juga menghargai orang-orang muda dan selalu merekrut orang-orang muda untuk memberi “darah baru” dan gagasan segar. Ketika Honda mengundurkan diri tahun 1973, yang dipilihnya sebagai pengganti ialah Kyoshi Kawashima, kepala bagian riset perusahaan Honda. Selama sejarahnya, perusahaan Honda hanya pernah mengalami pemogokan sekali pada tahun 1954. Ketika itu Honda dan manajemen di satu pihak menghadapi pekerja-pekerja dan
    adik Honda di Pihak lain. Tetapi sebagai layaknya perusahaan di Jepang semuanya itu diselesaikan dengan musyawarah.
   Sejak tahun 1973 Honda pindah ke pasaran kendaraan beroda empat untuk bisa tetap mengembangkan jumlah penghasilan perusahaan. Stafnya yang pada masa Honda bertambah 10% setiap tahun. Kalau mereka bertambah tua, artinya beban perusahaan akan bertambah berat. Padahal Honda menghadapi persaingan berat di pasaran dalam negeri dan luar negeri. Untuk bisa tetap menciptakan pasaran baru mereka harus selalu mencari teknik yang unik dan efisien serta menjual produk dengan harga bersaing.
   Namun ketika Honda dan Fujisawa mengundurkan diri pada musim gugur tahun 1973, Honda berkata, “Saya bisa mundur tanpa perasaan khawatir, karena saya yakin perusahaan akan terus maju dengan penuh semangat, menanggulangi pelbagai kesulitan dan luwes, tanpa kehilangan kesegarannya.”
“Terus terang saya merasa muda dalam hal mental maupun fisik,” kata Honda. “Saya kira kalian tidak bisa menang dari saya. Namun saya mesti mengakui sekarang saya sering merasa iri hati pada orang muda. Saya diberi tahu bahwa di Amerika pemimpin umum perusahaan berumur 40-an dan perusahaan yang dipimpin orang berusia 60-an tahun sering mengalami stagnasi.
    Kita sekarang memang memasuki zaman baru yang memerlukan nilai-nilai baru. Walaupun saya dan wakil pemimpin umum merasa kami masih muda, kami kira umur kami sudah lewat untuk memimpin.”
Kalau saya menengok kembali ke belakang, saya lihat bahwa yang saya buat tidak lain daripada kesalahan, serentetan kegagalan dan serentetan sesalan,” kata Honda. “Tetapi saya juga bangga untuk keberhasilan saya. Walaupun saya sering membuat kesalahan dan kegagalan, namun semua itu tidak pernah disebabkan oleh hal sama. Saya tidak pernah mengulangi kesalahan dan saya selalu berusaha sekuat mungkin untuk memperbaiki diri. Dalam hal itu saya berhasil.
    “Ia tetap memegang saham terbesar di perusahaannya. Ketika mengundurkan diri tahun 1973 penghasilannya mendekati 1,7 miliar dolar. Walaupun sudah pensiun omongannya masih didengar. Katanya, masa depan industri Jepang bukan ditentukan oleh untuk cepat, tetapi oleh mutu barang yang kita buat dan pengaruhnya terhadap kepentingan sesama manusia. Kalau kita membuat barang yang menyebabkan banyak polusi kemungkinan kita akan untung, tetapi hanya sebentar, sesudah itu bangkrut.

     Kami di perusahaan Honda sering bergurau: Enak juga ada perusahaan-perusahaan besar yang kerjanya hanya memikirkan untung besar saja. Akibatnya perusahaan kecil seperti Honda mendapat kesempatan untuk membuat barang yang baik.

Sumber : http://www.enformasi.com/2008/11/sejarah-perusahaan-honda.html
READ MORE - Sejarah Perusahaan Raksaksa Honda

Profil Soichiro Honda seorang pendiri kerajaan HONDA

"Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", Soichiro Honda

Pernakah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda
sebelum sukses diraihnya ia banyak mengalami kegagalan? Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan

pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. "Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. Namun, Honda tidak patah semangat.

Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin.

Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" – cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru. Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.


5 Resep keberhasilan Honda :

* Selalu berambisi dan berjiwa muda.
* Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
* Senangi pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja senyaman mungkin.
* Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
* Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Trial and error Untuk meraih kesuksesan, Anda perlu melakukan trial and error. Hal ini merupakan salah satu tolok ukur untuk menggapai kesuksesan. Tinggal sejauh mana kita mau dan berani mencoba kembali kegagalan itu. Sebelum mencoba lagi, pikirkan masak-masak langkah yang akan ditempuh. Kalau pun terjadi kesalahan kembali, jangan ragu-ragu melakukan perbaikan dan terus mencoba sampai Anda berhasil mengatasinya. Kunci utama trial and error adalah kerja keras dan tetap semangat.

Nah dengan demikian, Anda telah berdamai dengan kegagalan. Sehingga kegagalan bukan lagi momok yang menakutkan. Melainkan sesuatu yang harus dihadapi dan dilawan agar kegagalan itu tidak menggerogoti hidup Anda. Semoga Sukses…..!
 
Sumber : http://awalsholeh.blogspot.com/2009/08/kisah-sukses-soichiro-honda.html
READ MORE - Profil Soichiro Honda seorang pendiri kerajaan HONDA
 
© 2011 INFO OKE | Except as noted, this content is licensed under Creative Commons Attribution 2.5.
For details and restrictions, see the Content License | Recode by Ardhiansyam | Based on Android Developers Blog