Senin, 05 Agustus 2013

Keuntungan Menikahi Sahabat Sendiri


img       Menikahi teman terbaik Anda mungkin terdengar sedikit aneh. Tapi jika dipikirkan lagi, menghabiskan hidup dengan seseorang yang tahu Anda luar dalam, adalah pilihan yang sangat menyenangkan. Transisi dari teman menuju pasangan hidup mungkin sedikit aneh pada awalnya. Namun lambat laun kecanggungan itu akan hilang dan hubungan meningkat lebih berkualitas lagi. Jika Anda masih ragu untuk menerima ajakan menikah dari sahabat, sebaiknya simak keuntungannya yang dilansir dari Boldsky berikut ini:


1. Mengetahui Masa Lalu Anda
Sahabat adalah orang yang mengenal Anda lebih dari orang lainnya. Dia tahu semua cerita dibalik hubungan masa lalu dan apa saja yang Anda harapkan dari pasangan, begitu juga sebaliknya. Dengan begitu, Anda dan dia akan saling memahami dan bisa menjaga perasaan satu sama lain. Potensi pertengkaran karena masalah mantan pacar juga sedikit berkurang.



2. Zona Nyaman
Akan memakan waktu beberapa bulan untuk masuk ke zona nyaman dengan orang baru, tetapi tidak begitu dengan teman terbaik Anda. Anda bisa menjadi diri sendiri sepanjang waktu. Tidak perlu berpikir untuk mengesankan si pasangan baru. Sahabat akan lebih memaklumi semua kebiasaan aneh Anda di rumah. Dengan menikahi sahabat, Anda dan dia akan sama-sama belajar untuk membina rumah tangga dengan cara menyenangkan.



3. Tak Perlu Berpura-pura
Bagian terbaik dari menikahi sahabat adalah, Anda tidak harus berpura-pura di depannya. Anda tidak perlu menekan emosi kepadanya walau statusnya sudah berubah menjadi suami. Anda dapat menunjukkan kemarahan, kecemburuan, rasa tidak aman Anda padanya. Ia akan lebih bijak untuk menanggapi segala situasi emosi Anda.



4. Selalu Ada Sesuatu Untuk Dibicarakan
Dengan sahabat yang juga suami, Anda tidak akan pernah bosan. Anda dapat terus berbicara tanpa henti dengan segala topik yang ada. Apalagi jika Anda dan dia sudah lama bersahabat, dan memiliki lingkaran pertemanan yang sama. Tak hanya itu, Anda dan pasangan juga dapat menikmati hobi masing-masing, gosip dan banyak lagi.



5. Menarik
Menikahi teman terbaik Anda adalah hal yang menarik. Menjelajahi sisi romantis sahabat yang tidak pernah ditunjukan sebelumnya. Keluar dari zona teman dan memasuki zona asmara dengan sahabat akan sangat mendebarkan. Menghabiskan sisa hidup dengan orang yang telah melihat diri Anda dalam kondisi terbaik dan terburuk, jelas merupakan suatu pilihan yang baik. Jadi, jika Anda tengah menyukai sahabat dan begitu juga sebaliknya, jangan ragu untuk mengambil langkah lebih jauh lagi.

READ MORE - Keuntungan Menikahi Sahabat Sendiri

Suara Masteran Untuk Murai Batu Lomba

    Berikut ini saya sampaikan lagi tips pemasteran untuk burung murai batu yang ditujukan untuk lomba. Pada lain kesempatan saya akan menuliskan tips untuk burung-burung jenis lainnya.
Saya tegaskan untuk lomba, sebab kalau saya sendiri kurang cocok dengan pemasteran model ini. Alasannya sederhana, saya memelihara burung bukan untuk saya persembahkan kepada juri, tetapi saya persembahkan kepada diri sendiri.

Tips secara umum:
1. Selama masa pemasteran, perkenalkan burung murai batu DENGAN SEGALA MACAM suara masteran. Baik suara burung, suara binatang lain, suara mobil, suara motor, suara klotekan alat-alat rumah tangga dan sebagainya. Ya inilah mengapa saya menyediakan banyak sekali suara isian di blog ini.
2. Pada saat yang berbeda pada hari pemasteran itu, ambil waktu terpanjang untuk memasterkan “HANYA SATU SUARA KHUSUS” yang biasanya bisa dibawakan panjang-panjang oleh burung murai batu.
SUARA KHUSUS yang akan dijadikan suara dominan pada murai batu yang akan kita master, saya pilih berdasarkan kondisi lomba dan penilaian saat ini, yang perlu disesuaikan dengan jenis burung isian atau jenis suara masteran dan bagaimana mereka biasanya dibawakan murai batu di arena lomba:
Wajib di Perhatikan 
1. Pastikan anda tahu sendiri burung itu tangguh atau juara di lapangan. Bukan hanya "Katanya dan Omongan saja"
2. Stabil di lapangan raih gelar juaranya. Artinya tidak karbitan. Kalau perlu anda pantau di lapangan saat burung itu kerja atau kalau ada, lihat sertifkatnya ( jangan tertipu oleh sertifikat karbitan ).
3. Cari testimoni/kesaksian dari atau sumber teman Anda yang bisa Anda percaya.
4. Tidak memakai dopingan. Lihat dari stabilitas perolehan kejuaraannya pada poin 2 di atas. Tidak adem-panas alias hanya sekali juara setelah itu tenggelam.
5. Tanyakan secara detail pola rawatannya. Jika sudah Anda tanyakan semua pola rawatan dan kebiasaannya tetapi masih tidak nampil juga ketika Anda pegang, maka kemungkinan besar ada yang dirahasiakan oleh pemilik lama.
6. Coba anda buat buku yang berisi tentang data burung ,dan pola perawatan sampai ketemu setingan yang tepat dan perawatan yang tepat dengan cara di tulis di buku agar lebih mudah dalam pengecekan burung.di isi secara pribadi dan jujur karna merupakan hasil raport dari burung yang anda rawat.
Suara wajib untuk isian burung murai batu (PILIH SALAH SATU SAJA UNTUK JADI SUARA DOMINAN) dengan asumsi “suara panjangnya” bukan suara angkatan dari burung:
1. Lovebird.
2. Cililin.
3. Kenari.
4. Pelatuk.
5. Cucak jenggot
Suara “abu-abu”, kandang berdampak bagus, kadang bedampak negatif:
1. Suara burung serindit, bagus untuk menajamkan suara, tetapi ketika burung murai membawakan suara burung serindit, tidak mudah terpantau karena biasanya paruh tidak membuka dan tidak bergaya/ ngeplay.
2. Suara burung gereja, bagus jika yang direkam dan disuarakan murai batu adalah suara ngerol nrecetnya. Jelek kalau yang terbawakan hanya suara crek-crek awalnya.
3. Suara burung tengkek, kalau hanya dibawakan pendek, suara burung murai terdengat jelek di areba lomba. Kalau bisa membawakan ngerolnya kekekekek tengkek panjang, ya bagus.
4. Suara burung elang, bagus kalau bisa panjang berulang. Bisa membuat grogi burung lawan. Jeleknya, suara dinilai “tidak indah” di telingan juri.
5. Suara burung parkit, bagus jika trecetannya yang terekam. Jelek kalau suara patah-patah yang terekam dan disuarakan murai batu.
6. Dan beberapa suara burung atau hewan lain yang kadang ada trecetan panjang tetapi kadang pendek-pendek.
Suara “HARAM” untuk isian burung murai batu:
1. Suara burung prenjak (padahal kalau murai batu menyuarakan suara prenjak saya paling suka. Sayangnya, tidak akan menonjol atau disukai di arena lomba).
2. Suara patah-patah jalak suren (tajam sih tajam tetapi tidak menonjol karena jarang disuarakan secara panjang-panjang apalagi ngerol).
3. Suara patah-patah jalak kebo (wah janganlah).
4. Suara burung cucakrowo (ini apalagi, meski kadang suara cucakrowo tidak akan keluar ketika murai batu dilombakan).
5. Suara patah-patah/angkatan ciblek.
6. Suara patah-patah asli anis kembang.
7. Suara patah-patah aseli anis merah.
8. Suara burung kutilang.
9. Suara aseli burung cucak hijau.
10. Suara burung trucukan.
11. Suara ayam.
12. Suara siulan manusia.
13. Suara aseli burung kacer.
14. Suara blackthroat (jarang murai batu bisa sukses ngerol menirukan blackthroat).
15. Suara helda sanger.
16. Suara burung betet.
17. Suara aseli burung beo.
18. Suara perkutut.
19. Suara derkuku.
20. Suara kucing.
21. Suara anjing.
22. Dan semua suara yang sifatnya monoton pendek-pendek apalagi dengan frekuensi rendah (contoh mudah suara burung perkutut).
Nah, PERTANYAANNYA ADALAH mengapa kalau saya menyarankan burung perlu punya suara dominan kok harus dimaster dengan aneka suara burung sebanyak-banyaknya? Apakah malah tidak membuat burung jadi “bodoh” untuk memiliki satu suara dominan?
Jawabannya kembali kepada persoalan lomba burung. Ya di arena lomba, banyak sekali burung yang hanya terlihat bengong padahal tidak mbalon atau tidak terlihat takut. Inilah. Burung pun suka belajar untuk menirukan suara-suara asing yang dia dengar.
Kalau burung Anda “kurang piknik” dengan tidak banyak diperkenalkan dengan lagu dan jenis suara yang banyak dan variatif, dia akan menjadi “pendengar yang baik” di arena lomba. Artinya burung Anda hanya akan mencoba mendengar dan merekam suara-suara asing yang baru didengarnya, alias membungkam  saja.
Lain masalahnya kalau burung Anda adalah burung istimewa, yakni bisa menirukan seketika suara-suara yang baru didengarnya, maka dia akan  membuntuti lawan dengan suara yang justru dia tirukan dari lawan. Istilah jawanya adalah “numpangi”. Burung yang bisa “numpangi” suara lawan adalah burung istimewa dan biasanya suara tumpangannya justru lebih panjang dan bertenaga ketimbang burung lawan yang saat itu sedang menjadi “gurunya”.

READ MORE - Suara Masteran Untuk Murai Batu Lomba

Minggu, 04 Agustus 2013

Sistem Penjuarian Burung / Sistem Penilaian Burung

          System penjurian burung di Singapura dasarkan pada 5 kualitas: Irama/Lagu, Volume, Fisik/Gaya, Durasi, dan Penampilan, Volume adalah point yang paling besar (40) kemudian diikuti point yang sama yaitu Variasi Lagu dan stamina/Drasi (20), 2 point terendah adalah penampilan dan fisik (10).

Untuk PBI/Independent menerapkan 3 pakem yaitu Irama/lagu, Volume/suara, dan Fisik/gaya. dimana point terbesar adalah variasi lagu (38), dimana istilah ini sering disebut mentok juara.

Model BnR menerapkan 3 point utama yg beda dengan PBI dimana point tersebut adalah Variasi/Lagu, Volume, dan Stamina, dalam menilai dinilhat secara integral burung harus berdurasi bagus dari awal, tengah dan akhir lomba. System nominasi dilakukan oleh BnR untuk menyeleksi burung-burung yang layak juara, dimana nominasi ini diajukan oleh Pengawas 7-15 burung (tergantung jumlah gantangan), IP 6 burung, KORLAP 5 burung serta Juri maksimal hanya 3 burung untuk diajukan ke nominasi, menggunakan system pengajuan nominasi adalah sangat bagus karena bisa mengantisipasi salah satu kecurangan juri yang nakal atau juri main nyelonong juarain burung tertentu.

Lomba di Indonesia sekarang sebagian besar diselenggarakan oleh PBI, BnR dan Independent. Dulu lomba diselenggarakan oleh PBI, dan sebagian besar jadwal mengikuti lomba PBI dan kadang independent. Seiring berjalannya waktu, dengan munculnya BnR, maka frekuensi lomba sekarang ini hampir sebagian besar dlakukan oleh BnR dan independent, bahkan di Jakarta jadwal lomba sering tubrukan. Namun dengan adanya BnR serta adanya Lomba Independent banyak bermunculan tokoh-tokoh atau perburungan dengan adanya lomba ini.

Sedikit penjelasan apa itu Irama lagu, Volume, Fisik/Gaya, serta Durasi/Stamina:
IRAMA/LAGU, hal utama yang dinilai adalah variasi suara dan speed. Semakin banyak variasi suara, semakin tinggi nilainya. Semakin cepat irama/lagunya, semakin tinggi nilainya.
VOLUME/SUARA, semakin keras suaranya, semakin tinggi nilainya bila dibandingkan dengan burung yang lain.
FISIK/GAYA, juri melihat bagaimana gerak dan olah tubuh si burung.
DURASI/STAMINA adalah berapa lama burung membawakan lagunya tanpa banyak berhenti atau ngetem (diem), durasi berhubungan dengan faktor stamina burung. Semakin sedikit jumlah ngetem/diem nya maka si burung semakin bagus. Burung yang bagus, bila membawakan lagunya dengan variasi yang banyak, Volume yang keras, durasi atau daya tahan dalam membawakan serta fisiknya yang bagus. Burung akan mendapatkan nilai plus bila mempunyai durasi/stamina yang bagus.


Mari kita simak system penurian tersebut yang kami rangkum dari berbagai sumber.
System Penjurian Burung di Sangapura Vs Indonesia (PBI, BnR & Indenpendent)

PBI (Pelestari Burung Indonesia)

DI PBI ada bagian Lomba dimana lomba di PBI diatur oleh: Dewan Penertiban dan Pengendalian Lomba Burung Berkicau (DPPLBB), dibawahnya ada Inpektiur Pelaksana (IP), Korlap (Koordinator Lapangan), serta Dewan Juri. Team inilah yang mangtur jalannya lomba di Lapangan.

Ip » Inspektur Perlombaan tugas dan kewenangannya: 
1. Mengawasi jalannya penyelenggaraan lomba agar tertip,dll. 
2. Melakukan teguran kepada panitia/PBI Cabang penyelenggara lomba, korlap, juri jika ditemukan pelanggaran lomba. 
3. Menyampaikan laporan tertulis kepada pihak yg menerbitkan surat tugas. 
4. Melaksanakan ketentuan yg diatus dlm peratutan tatip lomba.

Korlap » Koordinator Lapangan tugas dan kewenangannya:
1. Membatu kelancaran dan ketertiban penilaian juri. 
2. Membantu tugas IP dalam hal menilai kinerja juri. 
3. Melaksanakan ketentuan yg diatur dalam tata tertib lomba


Untuk system lomba burung, PBI mempunya tiga (3) kreteria dasar penilaian yaitu:
1. Irama/lagu,
2. Volume/suara,
3. Fisik/gaya.

Prosentase terbesar penilaian adalah pada IRAMA/LAGU, disusul kemudian oleh VOLUME/SUARA dan FISIK/GAYA.
Dalam IRAMA/LAGU, hal utama yang dinilai adalah variasi suara dan speed. Semakin banyak variasi suara, semakin tinggi nilainya. Semakin cepat irama/lagunya, semakin tinggi nilainya. Untuk VOLUME/SUARA, semakin keras suaranya, semakin tinggi nilainya, dan dalam FISIK/GAYA, juri melihat bagaimana gerak dan olah tubuh si burung. 

Masing-masing kolom sudah ada nilai maksimalnya sendiri yang berbeda-beda. Untuk irama/lagu, nilai maksimal dalam BABAK PENYISIHAN adalah 35; volume/suara 23 dan fisik/gaya 22. Sedangkan pada BABAK FINAL adalah IRAMA/LAGU, 38, VOLUME/SUARA 37.5 dan FISIK/GAYA 37. Pada lomba yang tidak melalui babak penyisihan, maka nilai diberikan seperti halnya pada babak final yakni IRAMA/LAGU, 38, VOLUME/SUARA 37.5 dan FISIK/GAYA 37.

Meskipun secara umum banyak hal yang dinilai dalam lomba, TETAPI BIASANYA, penilaian juri DIDASARKAN PADA IRAMA/LAGU. Oleh karena itu dalam banyak event, hanya kolom irama/lagu yang diisi secara berbeda oleh juri. Sedangkan kolom volume/suara dan fisik/gaya, biasanya diisi semua dengan nilai maksimal (kecuali burungnya tidak bunyi/gerak sama sekali; nilainya nol/kosong).

Tiga kali kontrolan
Untuk diketahui pula, ketika menilai burung, juri biasanya mutar sebanyak 3 kali. Pertama untuk mengontrol burung bunyi apa tidak (sembari menancapkan bendera-bendera kecil). Mutar kedua, untuk memberi nilai awal. Dalam memberi nilai ini, untuk babak final ataupun babak yang tidak melalui tahap penyisihan, juri akan memberi nilai umum 37 atau 37,5 untuk semua burung yang bunyi, bagaimanapun bunyinya. Sedangkan untuk burung yang sudah terlihat bagus dalam hal irama/lagunya, maka juri akan memberi nilai maksimal 38.

Penilaian itu dilanjutkan untuk mutar yang ketiga, yaitu untuk mengontrol burung-burung yang bernilai 38, yakni untuk dibandingkan, mana yang pantas diberi bendera favorit A, B atau C. Ketika diketahui ada 6 atau 10 atau berapapun burung yg punya nilai sama2 maksimal pada irama/lagu, maka juri membandingkan bagaimana halnya dengan volume/suaranya. Jika kedua variabel itu sama, maka akan dilihat varia bel ketiga, yakni fisik/gaya.

Pada umumnya pula, dua variabel terakhir tidak dipakai. Maka ketika ada burung sama-sama punya nilai maksimal 38 pada irama/lagu, maka juri akan melihat lebih jauh lagi tentang speed dan variasi agunya. Burung X misalnya, speednya bagus tetapi variasinya kalah dg Y, atau sebaliknya, maka berdiskusilah para juri. Dalam hal diskusi ini, maka suara JURI SENIOR sangat menentukan hasil akhir penilaian. Biasanya pula, juri senior atau yang diseniorkan ini diambilkan juri yang berpengalaman dan berkredibilitas tinggi.

Jumlah bendera
Untuk menentukan juara 1, 2 dan 3, maka akan dilihat jumlah bendera A terbanyak. Untuk menetukan juara 2, dilihat jumlah bendera B terbanyak, dan satu burung lainnya akan menjadi nomor 3.

Pada kebanyakan lomba, kejuaraan burung diurutkan sampai nomor 10 (10 besar). Untuk menentukan urutan 4-10, dilihat perolehan jumlah nilai masing-masing pada kolom irama/lagu (penjumlahan dari penilaian semua juri).

Nilai tertinggi mendapat gelar juara 4 dan seterusnya. Pada kasus perolehan nilai sama, misalnya ada enam burung sisanya (dari 10 besar) yang bernilai sama, maka dilakukan tos (undian). Jadi dalam hal tos ini, bisa dikatakan bahwa burung juara 5 s.d. 10 berkualitas sama.

Teknis Penjurian:
Teknik penjurian di lapangan dilaksanakan oleh enam (6) orang juri dengan penempatan posisi juri yang sudah diatur sedemikian rupa agar dapat memantau dan menilai burung secara merata.

Tahap pertama, sesuai posisi masing-masing juri, secara bersama-sama dan berurutan, juri berjalan melakukan penilaian dan nomer kecil ke nomor tengah. Dari nomor tengah ke nomor besar dan dan nomor besar langsung ke nomor kecil, begitu seterusnya. Sampai diulang 2-3 kali putaran.

Burung yang telah dinilai ditandai dengan penancapan bendera kecil di mana warna bendera setiap juri berbeda.
Tahap kedua, masuk dalam tahapan seleksi awal untuk memilih burung yang layak untuk memperoleh nilai penuh/mentok. Dengan estimasi sebanyak 12 -15 burung (25%) dengan asumsi jumlah gantangannya penuh (60 gàntangan).

Pada tahap ini juri bebas melakukan perputaran, tetapi juri harus pandai-pandai berimprovisasi agar tidak bergerombol di satu sisi yang memunculkan kesan pantauannya tidak merata.
Tahap ketiga, pada tahap ini yang paling krusial. Pasalnya pada tahap ini juri dituntut untuk berkonsentrasi penuh, seteliti dan secermat mungkin dalam menyeleksi burung-burung mana yang benar-benar layak mendapat koncer favorit A, B atau C.

Hal yang perlu dicatat bahwa dalam hal menentukan favorit A, B, atau C tidak ada keharusan berkumpul pada salah satu nomer. Bisa jadi dan tidak menutup kemungkinan benpencar sampai ke lima (5) burung. Yang penting secara teknis bisa dipertanggung jawabkan. 


BnR (Boy & Roots)

Jabatan struktur lomba di BnR adalah Pengawas, IP, Korlap, dan Juri. Mereka yang akan mengendalikan dan menilai burung berkicau di Lapangan.

BnR menerapkan 3 konsep unsur utama dalam lomba burung berkicau, yaitu IRAMA LAGU, VOLUME dan DURASI KERJA, bilamana ketiga unsur IRAMA LAGU, VOLUME dan DURASI KERJA salah satu tidak dipenuhi oleh burung. Kecil sekali harapan burung tersebut akan mendapatkan bendera NOMINASI apalagi mendapatkan BENDERA FAVORITE. Burung dilihat dari unsur dari awal dia bekerja kemudian, tengah dan akhir burung bekerja.

Jadi jangan bicara saat diawal burung bekerja di tengah tidak maksimal kemudian di akhir bekerja berangapan burung tersebut bekerja dan layak sesuai kriteria BnR. Setiap burung yang bekerja atau tidak di awal, di tengah dan akhir ada dalam catatan korlap yang bertugas.

Penentuan Nominasi
    Di awal-awal, juri mengontrol 3 kali pengontrolan yang di awasi oleh Pengawas, IP dan Korlap, dan sesuai kriteria penjurian BnR yaitu IRAMA LAGU, VOLUME dan DURASI KERJA. Setelah mendapatkan burung-burung yang layak maka Pengawas, IP, Korlap dan juri mengajukan NOMINASI kepada petugas Nominasi khusus, biasanya 2 orang petugas Nominasi ini. Jumlah burung yang diajukan ke nominasi juga ada aturannya dimana Pengawas mengajukan nominasi burung yang layak juara 7-15 (tergantung jumlah gantangan) , IP mengajukan nominasi 6 burung, Korlap mengajukan 5 burung dan juri hanya maksimal 3 burung saja.

Petugas rekap nominasi akan merekap ajuan nominasi dari Pengawas, IP, Korlap, dan juri, kemudian dibuat suatu kolom. Pada kolom pertama adalah kolom calon juara 1, kolom ini adalah daftar burung yang layak juara 1 (banyak pengajuan nominasi dari Pengawas, IP, Korlap dan Juri). Kolom 2 adalah calon juara 2, mempunyai urutan terbanyak kedua setelah kolom calon juara 1, dan kolom ke 3 adalah kolom calon juara 3 merupakan kolom cadangan apabila dari ajuan ada masalah. Koncer tidak boleh lari dari ajuan calon juara di atas, apabila ada masalah dengan burung ajuan boeh salah satu lari, misalnya di anis merah, ajuan yang bakal dapat koncer tiba-tiba loncat maka salah 1 koncer boleh lari.

Penghitungan Nominasi oleh petugas rekap Nominasi BnR

Catatan Khusus Penilaian Best of The Best (BOB) di BnR Award 2013:

- Khusus Penilaian Murabatu
* Yang dinilai adalah lagu kecil dan tonjolan
* Kalau MB hanya mengandalkan tonjolan saja, tidak akan mendapatkan nominasi
* Cara Mb memainkan lagunya dan caranya mengganti lagunya ini jadi penilaian BnR
* Point di BnR untuk Muraibatu yang dicari adalah burung dahsyat

- Kacer:
* Tidak boleh menggunakan jebakan apapun di lantai kandang
* Kacer turun ke lantai dasar pada saat di gantangkan tp tdl terlalu sering tetap layak mendapatkan juara
* Penilaian tetap mengacu pada pakem Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Burung duduk yang tidak mempunyai irama lagu akan kalah dengan burung yang agresif tapi mempunyai Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Point di BnR untuk Kacer yang dicari adalah burung dahsyat, gaya di kacer sebagai nilai tambahan, jadi jangan dbalik kacer yg gaya harus menang dengan burung yang mempunyai Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Kacer yang ngebalon tapi bendera kecil belum full masih layak menjadi Juara.

- Anis Merah:
* Intinya Irama Lagu, Volume, dan Durasi Kerja
* Burung loncat pada saat bendera bunyi belum terisi penuh, masih berhak mendapatkan, tapi pada saat bendera sudah penuh, atau sdh dinominasi burung loncat tetap mendapatkan nominasi tapi tidak berhak mendapatkan bendera favorite.
* Peserta jangan hanya melihat burungnya sendiri saat pules tapi perlu memperhatikan saat danga atau diam juga.

- Lovebird:
* Penilaian sama dengan burung yang lain, mengenai pakem penilaian BnR (Irama Lagi, Volume, dan Durasi Kerja).
* Point untuk mendapatkan nominasi adalah tarikan panjang serta irama lagunya, bukan gacor suara crecet pendek.
* Burung Lovebird layak juara apabila mempunyai frekuensi nembak sebelum dan saat nominasi. 
Contoh: 
- Gantangan 23 sebelum nominasi nembak 12 kali, setelah nominasi 1 kali, jumlah 13 kali nembak
- Gantangan 14 sebelum niminasi nembak 7 kali, setelah 2 kali, jumlah 9 kali nembak
- Maka yang berhak layak juara adalah gantangan no. 23.

Tidak Ada Tos
Di BnR tidak ada system tos, pelomba dapat langusung melihat hasil juara apabila sudah masuk nominasi tapi tidak mendapatkan bendera KONCER A, B dan C. Juara ini berdasarkan no gantangan, ada kekurangan dan kelebihannya, kelebihannya adalah praktis dan tidak merepotkan petugas panitia. Namun ada kekurangan, model ini sering digunakan oleh kecurangan pemain/oknum panitia dengan memberikan no gantangan kecil. Biasanya yang model penukaran formulir dulu untuk mendapatkan tiket gosok akan lebih fair dan obyective.


JURI INDEPENDENT
Penjurian indepenndet mengacu pada system PBI yang mempunya tiga (3) kreteria dasar penilaian yaitu:
1. Irama/lagu,
2. Volume/suara,
3. Fisisk/gaya.

Pada lomba yang menggunakan penjurian independent, hampir sebagian besar tidak melalui babak penyisihan dan langsung final, artinya juri akan lansung mencari burung-burung terbaik untuk layak juara. nilai yang diberikan pada babak final yakni IRAMA/LAGU, 38, VOLUME/SUARA 37.5 dan FISIK/GAYA 37.


KM menggunakan system Nominasi di DUTA KM CUP 2013 di MM

Kadang penjurian independent juga menggunakan system nominasi tertutup, tergantung juri pihak panitia EO yang menggunakan, juga system tos kadang diberlakukan di system penjurian independent atau tidak menggunakan system tos tapi menggunakan no gantangan terkecil yang juara terkecil.


Penilaian Burung di Singapura
Pada penjuaraian standard lomba burung di Singapore, jumlah yang dilombakan berjumlah 90 - 120 burung untuk bersaing mendapatkan 6 piala utama dan 9 piala penghiburan 7 sampai 15 juara. Burung-burung dinilai selama periode 2 jam oleh tim dari empat Juri yang memutar tugasnya, sehingga setiap juri akan menilai 30 burung pada interval setengah jam.


Penilaian Muraibatu di Singapura
Penjurian didasarkan pada Kualitas: Variasi Lagu, Volume, Stamina, Penampilan (Display) dan Fisik yang mempunyai maksimal point penilaian seperti tabel di atas.


Penilaian Muraibatu di Singapura
Khusus dalam penilaian muraibatu, kadang penilaian didasarkan Variasi lagu terbaik dan Penyanyi (Rolling) terbaik berdasarkan point yang dicapai.


MANA TERBAIK
Menurut kami semua adalah terbaik system penjurian yang kami kupas di atas, tidak ada yg jelek dari system yang ada, semua terbaik, dan yang penting adalah implementasi di Lapangan. System baik pun kalau oknum juri telah melakukan kecurangan serta KKN mengakibatkan lomba tidak Fair, Play dan obyective. Juara bisa dibeli, namun reputasi tidak bisa dibeli dengan uang. 


Sumber:
- omkicau.com
- tabloidbnr.com
- shama.com.sg
- wawancara dengan beberapa pihak PBI dan BnR.
READ MORE - Sistem Penjuarian Burung / Sistem Penilaian Burung

Sabtu, 03 Agustus 2013

Burung Tengkek Buto


      Tengkek buto merupakan salah satu master andalan untuk murai batu, selain cililin, rambatan, dan siri-siri. Nama resmi burung ini tiong lampu biasa (Eurystomus orientalis), untuk membedakannya dari tiong lampu ungu (Eurystomus azureus) yang merupakan burung endemik di Maluku Utara. Tengkek buto memiliki tiga kerabat dekat. Selain tiong lampu ungu, dua spesies lainnya hanya dijumpai di Afrika, yaitu cinnamon roller(Eurystomus glaucurus) dan blue-throated roller (Eurystomus gularis).
Di Indonesia juga ada burung bernama tiong lampu Sulawesi (Coracias temminckii), yaitu burung endemik di Sulawesi.  Spesies ini masih satu famili dengan tengkek buto, yaitu keluarga Coraciidae atau keluarga burung roller, namun berbeda genus.
Selama ini ada kesalahkaprahan mengenai tengkek buto. Sebab ada beberapa blog / website yang terkadang menulis “tengkek buto” dengan “tengkek”. Padahal keduanya merupakan spesies yang berbeda, bahkan berasal dari keluarga yang berbeda pula. Tengkek adalah nama lain dari burung raja udang, atau cekakak, atau dalam bahasa Inggris disebut kingfisher.
Salah satu kekhasan burung roller adalah suaranya yang nyerecet kasar. Tetapi dibandingkan dengan tiga kerabatnya, tengkek buto bisa dibilang paling cerewet, dan bagus dijadikan masteran bagi burung berkicau lainnya, terutama untuk menghasilkan cerecetan panjang pada burung termaster. Jika dikombinasi dengan tembakan cililin, tentu hasilnya akan lebih baik.
Tengkek buto atau dollarbird (Eurystomus orientalis)
Ketika ditemukan pertama kali oleh Linnaeus (tahun 1766) di Jawa, tengkek buto masih dimasukkan ke dalam genus Coracias, atau sama seperti tiong lampu sulawesi. Rupanya spesies ini tidak hanya dijumpai di Jawa, karena para ornitholog kemudian menjumpainya di beberapa wilayah Indonesia, bahkan di sejumlah negara.
Tidak mengherankan apabila tengkek buto memiliki wilayah persebaran paling luas dibandingkan tiga kerabatnya: tiong lampu ungu, cinnamon roller, dan blue-throated roller. Saat ini terdapat 10 subspesies atau ras tengkek buto, yaitu :
  • Eurystomus orientalis calonyx (Sharpe, 1890): habitat di wilayah utara India (Garhwal, utara  Assam dan Cachar), Nepal hingga ke China Selatan, Manchuria, Rusia, Jepang (Honshu hingga Kyushu); Asia Selatan, dan Sunda Besar (Sumatera, Kalimantan, Jawa).
  • Eurystomus orientalis orientalis (Linnaeus, 1766): habitat timur laut India (Assam), Myanmar, dan wilayah selatan Indochina, Filipina, Kepulauan Ryukyu, dan Indonesia. Di Indonesia, burung ini bisa dijumpai di Sunda Besar, Kepulauan Loloda (barat laut Halmahera, Maluku Utara), Maluku, dan Sulawesi.
  • Eurystomus orientalis laetior (Sharpe, 1890): habitat di baratdaya India.
  • Eurystomus orientalis irisi (Deraniyagala, 1950): habitat di Sri Lanka.
  • Eurystomus orientalis gigas (Stresemann, 1913): habitat di selatan Kepulauan Andaman.
  • Eurystomus orientalis oberholseri (Junge, 1936): habitat di Kepulauan Simeulue, Aceh.
  • Eurystomus orientalis waigiouensis (Elliot, 1871): habitat di Provinsi Papua dan Papua Barat,  serta Papua Nugini.
  • Eurystomus orientalis crassirostris (P. L. Sclater, 1869): habitat di Bismarck Archipelago.
  • Eurystomus orientalis solomonensis (Sharpe, 1890): habitat di Kepulauan Solomon.
  • Eurystomus orientalis pacificus (Latham, 1801) – habitat di Sunda Kecil (Bali, Lombok, dan Timor), wilayah utara dan timur Australia, dan mungkin juga di Sulawesi Selatan dan Kepulauan Sula.
Postur tubuhnya sedang (30 cm), berwarna gelap. Paruhnya lebar dan berwarna merah lebar, tetapi ketika muda berwarna hitam. Warna bulu seluruhnya abu-abu kebiruan gelap. Tetapi kerongkongan biru terang.

Burung tengkek buto atau tiong lampu biasa (Eurystomus orientalis)
Burung tengkek buto atau tiong lampu biasa (Eurystomus orientalis)
—
Mengapa tengkek buto disebut juga dollarbird? Sebab ketika terbang terlihat bercak bulat biru muda yang kontras di tengah sayap. Sedangkan iris matanya cokelat, paruh merah dengan hitam di bagian ujung sayap, dan kaki berwarna merah-jingga.
Berikut ini beberapa suara burung tengkek buto hasil konversi dari video yang diupload sobat-sobat kicaumania di youtube. Tekan tombol Play jika ingin mendengar, atau klik Download jika ingin mengunduh audio dalam format mp3.
Suara tengkek buto milik Om Andri
Suara tengkek buto milik Om Awi
Suara tengkek buto milik Om Hery Aceh
Suara tengkek buto Om David Susilo
Note:
  • Untuk suara tengkek buto yang dikombinasi dengan nightingale danlovebird, silakan masuk ke sini.
  • Untuk suara tengkek buto ngekek panjang yang dikombinasi dengan suara siri-siri, silakan masuk ke halaman ini.
  • Untuk suara tengkek buto versi lain, silakan unduh di sini.
Tiong lampu ungu atau azure Roller (Eurystomus azureus) 

Tiong lampu ungu, burung endemik di Maluku Utara.
Tiong lampu ungu (Eurystomus azureus), burung endemik di Maluku Utara.
—
Tiong lampu ungu merupakan burung endemik di Maluku Utara, terutama di Halmahera, Ternate, Tidore, Kasiruta, dan Bacan.
Meski tidak termasuk dalam daftar burung dilindungi, namun IUCN Red List menetapkan statusnya Near Threatened / NT (Hampir Terancam). Jadi sebaiknya tidak perlu dipelihara, apalagi suaranya masih kalah dari tengkek buto.
Suara burung tiong lampu ungu
Cinnamon roller (Eurystomus glaucurus) 

Burung cinnamon roller
Burung cinnamon roller (Eurystomus glaucurus)
Wilayah persebaran burung cinnamon roller terbatas hanya di Afrika. Saat ini ada empat subspesies atau ras cinnamon roller, yaitu :
  • Eurystomus glaucurus afer (Latham, 1790): habitat di wilayah selatan Senegal hingga Sudan, Cabinda (utara Angola) and wilayah barat Kenya.
  • Eurystomus glaucurus aethiopicus (Neumann, 1905): habitat di wilayah tenggara Sudan, Ethiopia, timur laut Uganda, dan baratlaut Kenya.
  • Eurystomus glaucurus suahelicus (Neumann, 1905): habitat di selatan Somalia, Angola, Botswana, dan Zanzibar.
  • Eurystomus glaucurus glaucurus (P. L. S. Müller, 1776): habitat di Madagascar, tetapi sering bermigrasi hingga daratan timur dan tengah Afrika.
Suara burung cinnamon roller
Blue-throated roller (Eurystomus gularis) 

Blue-throated roller
Blue-throated roller (Eurystomus gularis)
—
Spesies ini juga ditemukan di Afrika, dan hanya memiliki dua subspesies. Pertama, Eurystomus gularis gularis (Vieillot, 1819) yang dijumpai di Guinea, Nigeria, dan baratdaya Kamerun. Kedua, Eurystomus gularisneglectus (Neumann, 1908) yang dijumpai di wilayah tenggara Nigeria, selatan Kamerun, Uganda, dan Angola.

READ MORE - Burung Tengkek Buto
 
© 2011 INFO OKE | Except as noted, this content is licensed under Creative Commons Attribution 2.5.
For details and restrictions, see the Content License | Recode by Ardhiansyam | Based on Android Developers Blog